Melihat Cara Mifathul Asrofi Olah Singkong Jadi Produk Berharga

Mifathul Asrori, warga Desa Kedawung Kecamatan Mojo,Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memperlihatkan hasil produknya.

KEDIRI – JYB MEDIA: Apabila melihat geliat UMKM, mungkin “Kedawung Jaya” melengkapi jumlah UMKM yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Adalah Mifathul Asrori (35), warga Dusun Tamban, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo. Dengan ide cemerlangnya, pemilik ” Kedawung Jaya” ini mampu mengkreasikan dan mengolah hasil tanaman perkebunan, seperti ketela atau singkong dan kacang hijau,hingga menjadi jajanan khas Kabupaten Kediri.

Berbicara “Kedawung Jaya” berdiri Juli 2014 lalu, mempunyai komitmen tinggi untuk tidak hanya sebagai pelengkap UMKM di Kabupaten Kediri saja. Tetapi, akan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan inovasi – inovasi baru jajanan berbahan baku singkong dan kacang hijau. Saat ini, UMKM ini sudah berhasil menciptakan jajanan Bakpia Mojo dan Kripik Singkong Balok.

Bakpia Mojo produksi “Kedawung Jaya” memiliki 4 (empat) varian rasa yang mampu menggoyang lidah para konsumenya.Empat rasa itu meliputi, rasa original, durian, pandan dan coklat dengan kemasan Bakpia Mojo besar dan kecil. Harga yang dibandrol untuk kemasan kecil, Rp. 7.500,- dan Rp. 15.000,- untuk kemasan besar.

Sedangkan, untuk jajanan Singkong Balok ada 3 (tiga) varian rasa, yaitu singkong balok rasa original, balado dan pedas manis. Untuk harga singkong balok yang kecil, harganya Rp. 6.000,- sedangkan ukuran besar Rp. 9.000,-.

Keterangan Miftahul Asrori, awal mula merintis usaha ini saat dirinya merasakan sulitnya mencari pekerjaan di Desanya. Melihat kondisi seperti ini dan sepulang dari perantauan, dia berinisiatif membuka lapangan pekerjaan untuk warga desanya.

” Sekarang ini, usaha yang saya tekuni sudah berkembang dan memiliki 5 karyawan yang keseluruhan berasal dari warga Dusun Tamban, Desa Kedawung , Kecamatan Mojo” katanya.

Singkong balok mojo olahan Mifathul Asrofi.

Pria yang akrab dipanggil Asrori ini juga mengatakan, bahwa jumlah karyawan tersebut kadang bertambah dan bisa mencapai 10 orang tergantung jumlah pesanannya. Dan. mayoritas karyawan ditempatnya bekerja semuanya perempuan.

Baca juga:  Ini Kata Moeldoko, Sikapi Tokoh yang Menolak UU Cipta Kerja

” Alasan saya, jika karyawan para perempuan ini sedang menganggur dan berkumpul pasti akan ngomongin orang atau “rasan-rasan” itu kan perbuatan dosa. Nah, jika disibukkan dengan kerja bisa mengurangi dosa dan menambah penghasilan” kata Asrori sembari tersenyum.

Dia juga menjabarkan, dalam sehari bahan baku 10 Kg kacang hijau menghasilkan 75 dos besar Bakpia Mojo Sedangkan, bahan baku 1 Kwintal singkong menghasilkan jajanan 80 bungkus besar Singkong Balok. Area pemasaran kedua produk ini masih sekitar Kediri dan sekitarnya, meliputi Pusat Oleh-Oleh GTT Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Saat ditanya endala yang dihadapi dalam usaha ini, yakni daya tahan jajanan, karena tidak memakai bahan pengawet sehingga hanya bisa bertahan 4 hari saja. Untuk itu, dibutuhkan alat yang bisa membuat kemasan kedap udara agar jajanan mampu bertahan lebih lama lagi, yaitu Vacuum Sealer.

” Kedepannya saya akan mengembangkan UMKM ini agar mampu merekrut lebih banyak lagi tenaga kerja” tutupnya.(kom/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here