Dirintis Sejak 1999, Brambang Goreng Pak Suyanto Tetap Bertahan

Masih bertahan, Brambang Goreng milik Pak Suyanto (60), warga RT 02, RW 01,Desa Kampungbaru,Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – JYB MEDIA: Bawang merah goreng atau orang Kediri sering menyebutnya brambang goreng merupakan bumbu tambahan yang mampu membuat makanan semakin sedap dilidah. Brambang Goreng,sangat cocok ditambahkan saat makan Bakso, Nasi Goreng, Mie, Soto, Rawon, Soup dan lain sebagainya.

Melihat kebutuhan Brambang Goreng semakin meningkat dan terus bertambahnya para penjual makanan,kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Pak Suyanto (60), warga RT 02, RW 01,Desa Kampungbaru,Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Usaha Brambang Goreng yang dirintisnya sejak 1999 lalu, mampu dikenal khalayak sampai saat ini. Awal memilki ide berjualan Brambang Goreng ini, saat Pak Suyanto merantau ke Surabaya dengan menjual bawang merah mentah pada konsumen dengan mengelilingi Kota Surabaya menggunakan sepeda motor. Setelah berjalan beberapa tahun, ternyata usaha berdagangnya mengalami kegagalan.

Usai mendengar para konsumennya tidak mau repot mengupas dan menggoreng bawah merah sendiri, hal itu dimanfaatkan oleh Pak Suyanto untuk memulai usaha Brambang Goreng. Lalu, dibantu istrinya, Pak Suyanto mengolah sendiri Bawang Merah hingga siap dipasarkan. Karena banyaknya pelanggan yang merasa cocok,maka permintaan akan Brambang Goreng semakin meningkat.

Selanjutnya, Suyanto dan keluarga pulang kampung halaman di Desa Kampungbaru,Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Dengan berbekal pengalaman selama di Surabaya, Pak Suyanto mengembangkan usaha pengorengan brambang goreng tersebut di kampung halamanya. Dan, sang istri Winarti (52) sangat setia dan berjasa dalam pengembangan usahanya tersebut.

” Saya mulai dari nol hingga saat ini sang istri selalu membantu dan memberikan motivasi ” kisah Suyanto, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini usaha Bawang Goreng Merah milknya bernama “Baru Rasa”, sudah mampu merekrut karyawan warga sekitar sebanyak 6 orang, Bahkan, jika bahan baku banyak bisa sampai memperkerjakan 10 orang. Untuk bahan bakunya, sehari menghabiskan 4 Kwintal bawang merah mentah dan setelah diolah, bisa menjadi 150-200 Kg tergantung kwalitas baha baku.

Baca juga:  Politikus Golkar Berpendapat, RUU Cipta Kerja Menjawab Masalah Ekonomi

” Bahan baku diambil dari Kabupaten Nganjuk dan tidak sedikit bahan baku dari lokal Kabupaten Kediri seperti Desa Siman dan Desa Sekoto. Untuk pemasaran brambang goreng sebagian besar di wilayah Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Jombang dan Surabaya” urainya.

Pak Suyanto juga menjabarkan, Brambang Goreng tersebut dikemas dalam plastik ukuran 1 ons sampai dengan kemasan box ukuran 5 Kg. Untuk kualitas Brambang Goreng, dipisahkan menjadi beberapa tingkat yaitu Kelas A, B dan C dengan harga mulai Rp 35 ribu sampai 40 ribu, tiap kilogramnya. Selain bawang merah,juga memproduksi Bawang Putih Goreng yang harganya lebih mahal, yakni Rp 50 ribu, per kilogramnya.

” Meski demikian, kami tetap ada kendala saat ini. Dan, yang sering dihadapi adalah pemasaran. Hal ini, dikarenakan persaingan yang sangat ketat dengan banyaknya orang yang memiliki usaha sama. Selain pemasaran, usaha kami juga membutuhkan alat untuk mengemas makanan (Sealer) agar produksi bisa meningkat dan bisa mempekerjakan warga sekitar sebanyak-banyaknya. Dari sini, secara otomatis taraf ekonomi warga Desa Kampungbaru semakin meningkat pula” pungkasnya. (kom/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here