Gagas Ngamen On The Street, Komunitas Gabungan Bantu Penderita Hidrocephalus

254
Komunitas Driver GET AG 197 saat menyerahkan bantuan dirumah adik Riski, bocah berusia 18 bulan yang menderita Hidrocephalus, di Desa Sambiresik, RT 08,RW 01, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

 KEDIRI – JYB MEDIA: Mengobarkan semangat berbagi mulai tertanam dikalangan beberapa Komunitas diwilayah Kota Kediri, Jawa Timur. Hal ini terlihat, dari aksi mereka menggelar program Ngamen On The Street yang diperuntukan bagi Riski, bocah berusia 18 bulan yang menderita Hidrocephalus, berdomisili di Desa Sambiresik, RT 08,RW 01, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Adapun komunitas yang terlibat dalam aksi penggalangan dana tersebut meliputi, komunitas band Indie TV, komunitas Gojek dan komunitas Driver GET AG 197 selaku penggagas program Ngamen On The Street.

Keterangan Pak Log, salah satu anggota komunitas Driver GET AG 197 mengungkapkan, bahwa niatan membantu adik Riski merupakan wujud spontanitas dari para komunitas yang iba melihat kondisi bocah lelaki yang didiagnosis menderita Hidrocephalus.

Ditambah lagi, kondisi perekonomian keluarga dari adik Riski yang sangat memprihatinkan. Untuk kebutuhan keseharian saja, harus mengandalkan bantuan dari keluarga dan warga sekitar. Apalagi, berobat untuk kesembuhanya dirasakan berat kalau tidak ada bantuan dari semua pihak.

” Ya, kemampuan kami mencoba memaksimalkan kreativitas yang ada, dengan menggelar program Ngamen On The Street di acara Car Free Day ( CFD) Jalan Dhoho, pada Minggu, 6 Oktober 2019, lalu. Tujuanya, sedikit meringankan beban dari keluarga adik Riski” kata Pak Log, saat dihubungi Selasa (8/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan Sota, Koordinator GET AG 197, bahwa dari hasil penggalangan dana yang terkumpul langsung diberikan. Dan, pihaknya akan berupaya akan melakukan program serupa dengan niatan ikhlas dan mewujudkan kepedulian terhadap sesama dilingkungan komunitas.

” Alhamdulillah, dari program Ngamen On The Street terkumpul dana Rp 1,6 juta. Meski nilainya tidak seberapa, harapanya bisa sedikit meringankan beban keluarga adik Riski. Kedepanya, kami akan melakukan program serupa da mengajak semua pihak untuk peduli” ungkap Sota.

Sekedar diketahui, Riski, bocah berusia 18 bulan, asal Desa Sambiresik, RT 08, RW 01, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur., didiagnosa menderita Hidrocephalus. Bocah lelaki ini, membutuhkan uluran tangan atau bantuan dari semua pihak. Dimana, kondisi Riski yang hidup bersama Risa (20) Ibu kandungnya, hanya mengandalkan bantuan tetangga sekitar dan juga saudaranya untuk kebutuhan keseharian. (bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here