Awali Jualan Nasi Pecel, Warung Sumber Lumbu Jadi Jujugan Pejabat

Menggunakan tungku buatan dan bahan bakar alami, Nini Suwarni yang akrab disapa Mbak Nini, saat memasak ayam kampung pedas.

KEDIRI – JYB MEDIA: Tanpa dinyana dialami pemilik warung di Jalan Sumber Lumbu, Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Warung yang awalnya berjualan nasi pecel, kini berubah sebagai tempat makanan favorit beromzet fantastis dan menjadi jujugan para Pejabat.

Pantauan Tim jybmedia.com, warung yang lokasinya satu arah menuju lokasi perkebunan Sumber Lumbu, PTPN X, diketahui milik Nini Suwarni. Memang, kalau diamati terlihat sederhana tapi selalu ramai pembeli. Tiap orang yang mendatangi warung, seolah asyik dan menikmati masakan yang disajikan dalam menu prasmanan.

Apabila dilihat dari aneka ragam masakan yang disajikan, warung milik Mbak Nini, sapaan akrab penjual warung Sumber Lumbu,hanya menawarkan beberapa masakan sederhana. Tapi, menu masakan yang terlihat paling menonjol adalah ayam kampung dengan bumbu yang khas.

” Memang, menu masakan yang kami tonjolkan ayam kampung dengan sajian bumbu khas ala Sumber Lumbu. Ada dua menunya, ayam kampung pedas ala Sumber Lumbu dan ayam kampung lodho yang diperuntukan bagi penyuka bumbu yang tidak pedas ditambah urap-urap” ucap Mbak Nini, saat memberikan keterangan diwarungnya sembari melayani pembeli, Minggu (13/10/2019).

” Untuk cara memasaknya, memang kami menggunakan cara alami dengan memakai tungku buatan ( luweng, dalam bahasa jawa), berbahan bakar kayu. Kesemuanya, dijual Rp 13 ribu, tiap porsinya ” imbuhnya.

Disela-sela melayani pembeli, Perempuan berusia 35 tahun berperawakan gemuk ini berkisah, warung yang didirikanya awalnya tidak dikenal sebagai warung ayam pedas. Melainkan, ia merintisnya dari berjualan nasi pecel dan jenang yang dimulai sejak tahun 2008 silam.

” Awalnya, saya berjualan nasi pecel kisaran tahun 2008. Beberapa tahun kemudian, saya mendapat pesanan ayam pedas dari keluarga yang mempunyai hajatan. Dari sinilah, pujian dan sanjungan akan masakan kami bermunculan. Hingga kami, memberanikan diri merubah menu jualan dari nasi pecel menjadi nasi ayam pedas” urainya.

Baca juga:  Terpapar Covid-19, Pasutri Pejabat Meninggal Dunia

Berangkat dari situlah, peruntungan diraih keluarga Mbak Nini. Dari merubah menu, warung yang dikelolanya akhirnya banyak didatangi pembeli. Bahkan, para Pejabat dari wilayah Kediri dan luar daerah kerap mendatangi warungnya. Hingga, dia bisa merekrut beberapa pegawai dan mengoptimalkan keberadaan peternak ayam kampung diwilayah Kecamatan Ngancar.

” Alhamdulillah, tanpa terasa warung ayam pedas yang dikelolanya sudah berjalan 6 tahun. Pejabat dari Pemkab Kediri maupun daerah lainnya kerap mendatangi warungnya. Salah satunya, Bapak Sutrisno, mantan Bupati Kediri yang kini Ketua TP 3 Pemkab Kediri. Dari banyaknya pembeli, saya merekrut 2 pegawai dan bisa menghidupkan peternak ayam kampung diwilayah Kecamatan Ngancar, untuk memasok ayam kampung diwarungnya ” ungkapnya.

Ketika ditanya akan omzet penjualan, Mbak Nini menjabarkan, hari biasa dia mampu menyembelih 12 ekor ayam kampung. Dan, jumlah ini masih bisa bertambah kalau memasuki hari libur yang mencapai 16 ekor sampai 18 ekor.

” Kalau berbicara penghasilan pada hari biasa berkisar Rp 1,5 juta, tiap harinya. Sedangkan, kalau hari libur bisa mencapai Rp 2 juta ” pungkasnya

Ingin Miliki Resto Ala Ayam Kampung Pedas

Mempunyai impian dan mewujudkan keinginan untuk berkembang, inilah yang diharapkan semua orang dalam berwirausaha. Begitu pula Mbak Nini, pemilik warung spesial ayam kampung pedas, ala Sumber Lumbu.

Baginya, saat ini dirinya ingin fokus memiliki Restoran berlokasi dipinggir jalan raya yang mengarah ke area wisata Gunung Kelud. Untuk mewujudkan semua ini, memang dirasakan berat dan harus membutuhkan modal besar.

Lokasi warung Mbak Nini, di Jalan Sumber Lumbu, Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

” Namanya cita-cita boleh kan Mas. Dari warung yang lokasinya saat ini masuk dijalan pedesaan. Siapa tahu, kedepanya bisa terwujud dan bisa membangun Resto dipinggir jalan raya yang mengarah ke wisata Gunung Kelud” harap Ibu yang dikaruniai satu orang anak ini.

Baca juga:  Ini Kata Presiden, Maknai Hari Film Nasional

Mbak Nini juga mengatakan, dia juga tidak menutup diri kalaupun ada investor yang bekerjasama dengan menyediakan tempat baginya. Misinya hanya satu, mengembangkan usaha dan mengentaskan pengangguran didaerah sekitarnya, menjadi prioritas utamanya. ( bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here