Tekuni Jualan Punten, Seorang Janda Mampu Sekolahkan Anak Hingga PT

Menekuni jualan Pecel Punten selama 30 tahun, Bu Susi mampu bertahan, hingga mampu menyekolahkan dua anaknya sampai Perguruan Tinggi.

TULUNGAGUNG – JYBMedia: Berbekal keuletan, sabar dan tekun beribadah, inilah modal Susiati, warga Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dalam menekuni usaha Pecel Punten khas Kota Marmer ini. Dari buah kesabaranya ini, dirinya mampu menyekolahkan anaknya hingga Perguruan Tinggi ( PT).

Terlihat sederhana, saat Tim jybmedia.com menyambangi lokasi jualan Perempuan berusia 51 tahun tersebut, bertempat di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Dengan menggunakan sarana rombong, dagangan Pecel Punten yang dijualnya selalu ramai pembeli.

”  Saya jualan setiap hari dan buka mulai pukul 11.30 – 17.00 WIB. Pengakuan para pelanggan, rasa punten olahan saya katane enak, gurih juga sayurnya bervariasi. Ada bayam, kangkung, kacang panjang, turi, kecambah yang dipadu dengan sambel pecel. Harga per porsi hanya Rp 5 ribu” kata Bu Susi, sapaan akrab penjual Pecel Punten, saat ditemui, Sabtu siang (19/10/2019).

Meski berstatus janda, Perempuan paruh baya ini seolah tidak mengenal lelah menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini, terlihat dari raut wajahnya yang seolah menebar sapa dan senyuman dalam melanyanis setiap pembelinya. Baginya, mengentaskan anak hingga menjadi orang berhasil menjadi cita-cita dan impianya.

” Jualan Pecel Punten ini memang sudah saya lakoni sejak masih muda dan belum menikah. Awalnya dulu, yang saya jual bukan cuma Pecel Punten saja. Melainkan, ada rujak, nasi pecel, gorengan, es campur, kolak. Kalau dihitung, sudah 30 tahun lebih saya jualan Pecel Punten” kisahnya.

Perempuan yang dikarunia dua orang anak ini juga menuturkan, awal jualannya dulu bertempat di Gang 3, Kelurahan Tertek, depan rumahnya. Hingga, dirinya memilih pindah lokasi pinggir jalan raya yang tak jauh dari rumahanya, seperti yang ditempati saat ini.

Baca juga:  Profesor Besar IDI Usulkan Sekolah Tatap Muka Ditunda

Dirinya juga mengaku, usai berjualan Pecel Punten, dirinya juga pernah merangkap jualan Nasi Pecel dan gorengan. Karena suami sudah meninggal dunia beberapa tahun silam, akhirnya dia memilih fokus jualan Pecel Punten saja dan bertahan sampai saat ini.

” Alhamdulillah, dua orang anak saya, yakni Laki-laki dan Perempuan, semuanya bisa mengenyam bangku Pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Keduanya, sekarang sudah bekerja sebagai Perawat di salah satu Rumah Sakit di Tulungagung” ucap Bu Susi seraya bangga.

Menariknya, disela-sela sibuk melayani para pembeli, Bu Susi juga menyempatkan berbagi tips Pecel Punten buatanya. Diantaranya, menyiapkan bahan yang dibutuhkan, meliputi beras 500 gram, santan kelapa 1 butir, 1 lembar daun salam, lengkuas potong sekitar 1 cm, garam dan air secukupnya.

Cara pembuatanya, beras dicuci bersih, lalu dimasak bersama dengan santan yang ditambahkan daun salam.Lalu, lengkuas dan garam secukupnya. Kalau, cara memasaknya persis sama kita memasak nasi.

Selanjutnya, kalau sudah matang diangkat, ditaruh wadah dan selagi panas ditumbuk dengan ulekan atau pelepah pisang sampai halus menyerupai lontong, hingga kemudian didinginkan.

” Bagi saya, berbagi ilmu dan pengalaman merupakan kewajiban. Dan, hal ini menjadi motto yang selalu dipegangnya dalan mengarungi kehidupan. Harapanya, semoga bisa bermanfaat bagi sesama ” pungkasnya.

Menelaah akan kisah Bu Susi, semoga bisa menjadi motivasi bersama dalam mengarungi kehidupan. Terlebih lagi, keuletan, sabar dan tekun beribadah, bisa menjadi modal kita apabila menekuni sebuah usaha.

Anda penasaran dengan kuliner tradisional khas Tulungagung Pecel Punten ala Bu Susi. Silahkan berkunjung kalau pas singgah atau melintas di Kota Tulungagung.(hil/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here