Dari Jual Beli Kendaraan Hingga Merambah Usaha Telur Asin

Pengolahan telur asin alami yang terus dilakukan.

KEDIRI – JYBMedia: Menyajikan edisi spesial, inilah yang diangkat menjelang Hari Santri, 22 Oktober. Berkenaan dengan hal ini, Tim redaksi jybmedia.com, menyajikan para Alumni Santri dalam menggeluti dunia usaha. Lalu, apa menariknya dari sosok mereka yang selama ini mengenyam ilmu Religi, hingga menekuni berwirausaha ?

Berbagai usaha telah dilakukan, tapi tidak membuatnya patah arang. Mu’tasim Billah, alumni Pondok Pesantren ( Ponpes) HM, Lirboyo, tahun 2001, awalnya, ia menggeluti usaha jual beli kendaraan dan mencoba peruntungan sebagai pengusaha telur asin yang diberi label “KF”.

Kini, lelaki berusia 40 tahun, bertempat tinggal di RT 04, RW 06, Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, lebih mantap dengan usaha yang ia tekuni saat ini. Dengan bermodalkan puluhan ekor bebek petelur, dia mulai merintis usahanya ini dari nol.

” Usaha telur asin ini saya geluti hampir setahun ini dengan mengawali 75 ekor bebek petelur yang bisa menghasilkan 45 butir telur, tiap harinya. Dari jumlah ini, saya mampu melakukan pengiriman 200 sampai 250 telur, tiap tiga hari sekali ke beberapa warung dan toko” ungkap Kang Tasim, sapaan akrabnya.

Mu’tasim Billah saat memanen telur bebek dikandangnya.

Lelaki yang sudah dikarunia 2 orang ini menceritakan, ada beberapa varian telur asin yang dipasarkan, meliputi, Rp 2000 sampai Rp 2500,-. Untuk pemasaran, ia masih melakukan diseputaran wilayah Kecamatan Gurah dan sebagian di warung Ponpes Lirboyo.

Disamping itu, proses telur asin yang dilakukanya masih dilakukan secara alami dan manual. Yakni, menggunakan bahan baku bata merah, tanah liat dan garam dengan jangka waktu pengasinan selama sepekan. Untuk mengejar pesanan, terkadang dia juga memberdayakan peternak bebek lain guna dibeli telurnya.

” Mutu memang kami kedepankan untuk mempertahankan konsumen. Hingga pengiriman baru bisa dilakukan tiap 3 hari sekali. Kendalanya, selain jumlah bebek yang saya miliki masih minim, juga untuk menjaga keawetan telur asin yang bisa bertahan hingga 8 hari lamanya” imbuhnya.

Baca juga:  Yuri : Klaster Baru Sudah Ditangani Profesional

Untuk itu, Kang Tasim mempunyai obsesi kedepanya akan menambah jumlah bebek petelur. Tujuanya, selain menambah jumlah produksi juga untuk mengembangkan usaha agar makin besar kedepanya.

” InsyaAllah, semoga Allah Meridhoi. Akhir tahun ini, target penambahan bebek petelur 200 sampai 500 ekor, terealisasi” pungkasnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here