Ini Fase Awal KPJ

29

Ketika penulis ditugaskan sebagai Kepala SDI Insan Kamil di Tuban 2002 sd 2005, disitulah sejatinya kisah KPJ ini diawali.

Semula bernama Padhang Mbulan Anak. ini murni karena penulis ingin ittiba’ dg Padhang Mbulan Cak Nun di Menturo Jombang. .Dengan spesifikasi bermain dan sinau bareng di wilayah anak -anak

Saat itu, sebagaimana lazimnya perjuangan, ada keengganan sebagian wali murid, ditambah dg ketidaksukaan dg nama tersebut tertera di Cover VCD yg kami produksi perdana. Sebuah video dokumentasi pembelajaran di alam dg tematik Alam Semesta.

Akhirnya dalam waktu tertentu saya tidak menerakan nama pada kegiatan tadabur alam tiap bulan.

Saat itulah saya dg istri mengenalkan kegiatan Bercerita, Bernyanyi di kalangan anak-anak kampung desa Kembangbilo Tuban. Beberapa kali digelar di malam hari.

Akhirnya, nama kegiatan kita namakan Padhang Njingglang. Tahadutsan bin nikmah dg keinginan agar anak-anak itu kelak menjadi generasi yg menerangi zaman.

Fase Di Tulungagung

Tahun 2008, setelah masa penugasan berakhir, penulis pulang kembali ke bumi Nashrun Adhiem , kita Tulungagung di tahun 2008.

Hampir selama setahun itu, karena masih fase penjajagan di tempat baru, penulis tidak melakukan aktivitas apa-apa kecuali menjadi pendidik di SMP Al Azhaar, yg mana penulis di tahun 2002 sd 2005 diamanahi menjabat Kepala Sekolahnya.

Saat penulis, naik sepeda motor, sekira pukul 01.00 dinihari, penulis melihat sebuah tempat main Game PS an di utara perempatan BTA Tulungagung.

Saat itulah penulis merasa kasihan melihat anak-anak yg selarut itu asyik masyuk bermain Game PS.

Ada perasaan campur aduk. Antara gemas, sedih, marah, menjadi satu. Kesadaran diri seorang guru tiba-tiba menyeruak. Harus ada kegiatan pembanding dan pengalih perhatian anak, batin saya.

Penulis merasa harus ada kegiatan solutif tanpa harus menyalahkan keadaan. Apalagi marah-marah dan mengutuk kepada pemilik rumah Games. Tidak jawab batin saya saat itu.

Akhirnya, itulah titik tolak dan pemicu utama kegiatan Padhang Njingglang. Sebuah media untuk bermain, bercerita , bernyanyi dan berkreasi untuk anak-anak.

Pemicu kedua, adalah suatu keadaan dimana penulis pernah menjual satu karung besar berisi botol – botol kepada tukang loak. Tetnyata, satu karung tersebut hanya dihargai 3000 rupiah.

Akhirnya saya putuskan tidak jadi saya jual.

Bogol itu saya bawa pulang kerumah. Botol itu kemudian saya kreasikan menjadi 25 alat permainan untuk kreativitas anak TK, SD.  Saya kemas rapi, saya masukkan kotak kardus. Lantas saya tawarkan ke beberapa TK dan SD. Laku seharga 30p ribu sekotak perangkat permainan dan ketangkasan anak.

Hingga pada akhirnya, melaluo botol itulah yg saya pakai sebagai media bermain anak.

Awalnya jujur, saya kikiu sendiri. Antara perasaan malu, juga peradaan memberi solusi kepada dunia pendidikan.

Walhasil, akhirnya tiap bulan  saya bisa menyelenggarakan permainan bersama anak-anak.

Namun, saat sepulang acara Padhang Mbulan setelah beberapa kali menggelar sendiri, tiba-tiba penulis merasa capek sendiri. Capek tiada tara.

Meskipun, Alloh menghidbur diri saya, dengan mempertemukan dengan Mbah Nun dalam mimpi saya siang itu. Terasa segar dan takjub dg mimpi indah itu.

Sampai akhirnya, saat itulah titik permulaan saya membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk ikut merayakannya dimulai.

Ya keputusan untuk merekrut sahabat menjadi prioritas kami.

Pengirim : Anang Prasetyo- Pembina KPJ- Tulungagung

 

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email redaksi.jybmedia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here