Pengrajin Kulit 3 Bersaudara Mampu Tembus Pasar Dunia

62
Luar biasa, produk berkualitas milik tiga bersaudara Heri, Tony dan Tomy yang saat ini mampu menembus pasar dunia.

KEDIRI – JYBMedia: Melihat kerajinan berbahan dasar kulit hewan, pasti terbesit dibenak kita akan produk dan kualitasnya yang mewah. Hal ini, sama halnya yang dilakukan pengrajin kulit 3 bersaudara yang tetap konsisten melakoni usahanya sampai saat ini.

Mereka, Heri Susanto, Tony Kristianto dan Tomi Krisnawan, berdomisili di Kampung Inggris, Jalan Dahlia, Nomor 99, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Tanpa dinyana, produk yang dikelola seperti dompet, ikat pinggang, strap jam, tempat kacamata dan lainya mampu menembus pasar dunia.

Keterangan Tomi Krisnawan, usaha yang dilakoni bersama dua saudaranya berdiri sejak 2015 silam. Awalnya, Heri adiknya iseng membuat tas dari bahas kain kanvas dipadu dengan kulit yang dipasarkan melalui teman dikantornya. Dari sini, pesanan makin membludak hingga usaha ini ditekuni.

” Berbekal kemampuan ilmu design grafis ditempat saudaranya bekerja dulu dan kemampuan saya yang juga pernah bekerja sebagai layout di salah satu media ternama Terbitan Nasional, akhirnya mencoba membuat tas yang berbahan kulit sapi. Hasilnya, usai dijual ke teman dan dishared di media sosial, ternyata tas buatan kami banyak sekali peminatnya”. Jelas Tomi saat dihubungi, Jumat (22/11/2019).

Bapak yang sudah dikaruniai 2 orang itu juga menjelaskan, pihaknya juga menerima model sesuai keinginan dari konsumen. Dan, yang menjadikan harga mahal lantaran konsumen memilih atau menginginkan model yang sama persis dengan produk-produk ternama.

” Kalau dilihat dari kualitas produk Sapindelick milik kami, harganya cukup terjangkau. Yang termurah adalah Strap jam dengan harga Rp. 350.000-, untuk dompet wanita seharga Rp. 850.000,- sedang dompet pria Rp. 475.000,-. Kemudian, yang termahal adalah tas yang kami bandrol dengan harga 4,5 juta sampai 5 juta Rupiah” urainya.

Tomy juga menguraikan, saat ini pemasaran fokus dilakukan melalui media online seperti Instagram, Facebook dengan akun @sapindelick. Dengan media online, pesanan bisa mencapai Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang.

” Ada juga, pesanan yang datangnya dari Luar Negeri, seperti Amerika, Australia, Belanda dan Cina. Atau, jika menginginkan produk kami bisa langsung menghubungi nomor 085782469909″ terangnya.

Terakhir, Tomy juga menjabarkan, keinginan kedepan ingin adanya pelatihan pengrajin kulit yang digelar oleh Pemerintah Daerah setempat. Karena, pihaknya mengakui minimnya SDM yang masih tersedia saat ini.

Disamping itu, pesanan yang makin menggeliat dengan jumlah produksi berkisar 20 sampai 30 produk berbagai model, tiap minggunya dengan rata-rata omset sekitar 25 juta hingga 30 jutaan. Dan, jumlah ini diprediksi mengalami kenaikan seiring tingginya permintaan.

” Melalui kerajinan kulit ini, kedepannya ingin berperan serta dalam mengangkat produk-produk UMKM Kabupaten Kediri. Kami, juga siap jika diminta untuk memberikan pelatihan pada para pemuda maupun orang yang ingin belajar membuat kerajinan kulit” pungkasnya.(bud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here