Pantun Ala Politisi Partai Nasdem Jadi Motivasi Perempuan di Kediri

126
Dari kanan, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili Bidang Kesetaraan Gender dalam Hankam, Muhammad Udin S.Sos, lalu, Nurhadi S,pd, anggota Komisi VIII DPR RI dan Aktivis perempuan dan Dosen Unair, Nadhia Maria Ulfa,S.Psi.

KEDIRI – JYBMedia:

” Ke Pekalongan membawa oleh oleh tahu,
mampir beli minuman es di kota Boyolali.
Ayo perempuan tunjukkan kesaktianmu.
Karena sukses tidak hanya milik lelaki”, Inilah sepenggal pantun yang dilontarkan Nurhadi S,pd, anggota Komisi VIII DPR RI, saat hadir sebagai pemateri Sosialisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Timur.

Acara yang berlangsung di Hall salah satu hotel di Kediri, Sabtu siang (30/11/2019), mengambil tema ” Kesetaraan Gender Dalam Politik,Hukum, Pertahanan dan Keamanan”.

Hadir pula, pemateri dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili Bidang Kesetaraan Gender dalam Hankam, Muhammad Udin S.Sos dan Aktivis perempuan dan Dosen Unair, Nadhia Maria Ulfa,S.Psi.

” Masih minimnya pendidikan politik bagi kaum perempuan. Partai Politik, sebenarnya bisa sebagai wadah kesetaraan gender, meningkatkan peran perempuan dalam legeslatif” ucap Nurhadi.

Dia mencontohkan, sudah banyak perempuan Indonesia yang berangkat dari Partai Nasdem yang membuktikan akan keseteraan Gender. Bahkan, bisa menduduki posisi hebat di kursi Legeslatif maupun mengisi Kabinet.

” Ada Kakak Hillary Brigitta Lasut, anggota Legeslatif termuda DPR RI, Kakak Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI dan Kakak Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup” urai Nurhadi yang menambahkan sebutan Kakak, panggilan persaudaraan diinternal Partai Nasdem

Lelaki yang mempunyai ciri khas mengenakan ikat dikepala itu juga menjelaskan, dalam kesempatan itu, dia juga memberikan motivasi pada peserta sosialisasi yang mayoritas kaum perempuan, bahwa, tidak ada yg tdk mungkin didunia dan jangan Silau dengan keberhasilan orang lain.

” Pastinya, Partai Nasdem siap menerima kader terbaik perempuan, yang bisa jadi beberapa dari peserta yang hadir. Dan, Lembaga Pendiidkan Akademi Bela Negara( ABN) Partai Nasdem akan siap menempa, kalaupun berminat terjun ke Politik” imbuhnya.

” Bertamasya sekeluarga ke raja Ampat. Melihat meracik jamu di kota Jayapura. Wanita ternyata manusia yg hebat. Tanpa doamu, suami tdk ada apa apanya” tutup Nurhadi menyampaikan Pantun yang disambut antusias oleh peserta.

Ditempat yang sama, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diwakili Bidang Kesetaraan Gender dalam Hankam, Muhammad Udin S.Sos, sebelumnya juga menyampaikan,perempuan yang duduk dikursi Legeslatif memang belum mencapai keterwakilan 30 persen.

” Ya, masih dikisaran 20,5 persen keterwakilan perempuan di Legeslatif saat ini ” ujar Udin.

Kendati demikian, dirinya menjelaskan, poin terpenting yang menjadi perhatian Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak RI, yakni masalah Stunting yang pergartianya tinggi badan anak berada di bawah standar atau kerdil.

” Nah, Stunting inilah yang saat ini menjadi perhatian kami. Dan, dari sini diperlukan peran perempuan dalam menjaga anaknya memberikan asupan gizi yang maksimal pada anaknya apabila berumah tangga kelak. Meski, saat ini kasus Stunting di Kediri belum ditemui” pungkasnya.

Aktivis Perempuan Dukung Realisasi RUU PKS

Dari serangkaian Sosialisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Timur, ada yang menarik muncul dari pemateri terakhir, yakni Aktivis Perempuan dan Dosen Unair, Nadhia Maria Ulfa,S.Psi.

Menurutnya, hal terpenting dalam momen Sosialisasi yang mengambil tema “Kesetaraan Gender Dalam Politik,Hukum, Pertahanan dan Keamanan” harus dibarengi akan realisasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ( PKS)

” Tentang kehadiran RUU PKS, memang sempat menjadi polemik di masyarakat. Padahal, dengan hadirnya RUU ini akan mampu memberikan sinyal positid bagi kalangan perempuan dalam hal melindungi dari kekerasan dan kejahatan seksual” kata Nadhia.

Perempuan berhijab ini beranggapan, kalau RUU PKS nantinya disahkan, diharapkab akan semakin mengurangi kejadian kekerasan seksual. Karena, sudah jelas dasar hukum untuk mempidanakan pelakunya.

” Untuk realisasi RUU PKS, harus diperlukan peran Wakil Rakyat dalam mengawal semua ini ” harapnya.

Sementara, Nurhadi, anggota Komisi VIII DPR RI, mengatakan, bahwa Fraksi Nasdem yang mempunyai keterwakilan di Komisi VIII konsisten dan akan memasukan RUU PKS dalam Prolegnas 2019-2024.

” Pastinya, pembahasan RUU PKS sudah masuk dalam Prolegnas 2019- 2024 yang harapanya bisa disahkan menjad UU dalam periode ini” katanya.

Sekedar diketahui, acara sosialisasi tersebut diikuti sekitar 100 peserta, meliputi kalangan Akademisi wilayah Kediri, Tulungagung, Blitar dan sejumlah Organisasi Perempuan.(bud)

antusias ratusan peserta saat mengikuti sosialisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here