Soal Pemulangan Atlet Sea Games, Pemkot Kediri Baru Bereaksi

52
Dari kanan, anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih mendampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (hms)

KEDIRI – JYBMedia: Polemik pemulangan atlet Sea Games cabang olahraga senam artistik Shalfa Avrila Sania yang telah mengemuka di masyarakat dan paling menyita perhatian publik. Karena, alasan pencoretan dipicu “ketidak perawanan”.

Untuk itu, Minggu (1/12/2019), Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengundang atlet senam artistik Shalfa Avrila Sania dan keluarganya ke Rumah Dinas Walikota Kediri. Pertemuan ini bertujuan, untuk menggali informasi yang sebenarnya, agar tidak terjadi lagi polemik berkepanjangan di masyarakat.

“Saya membaca berita bahwa alasan pencoretan karena (maaf) ketidak perawanan. Saya, perlu bertanya langsung pada atlet dan ibundanya, apakah benar alasan ini yang dipakai pelatih untuk mencoretnya. Karena, isu yang beredar di masyarakat seperti itu” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Menurutnya, dalam sebuah pemberitaan di media, Ayu Kurniawati ibunda sang atlet mengak, pernah mendapatkan telepon dari pelatih bahwa Shalfa Avrila Sania dicoret sebagai atlet Sea Games karena sering pulang malam dan selaput daranya telah robek.

Menurut pengakuan sang ibu, Ia telah melakukan tes pemeriksaan di Rumah Sakit ( RS) Bhayangkara dan mendapatkan hasil, bahwa selaput dara anaknya masih utuh.

“Maka kami merasa perlu agar KONI atau Kemenpora memfasilitasi pertemuan antara pelatih, orang tua dan pihak terkait lainnya agar bisa mengklarifikasi duduk persoalan yang sebenarnya. Pemkot Kediri, akan membantu semaksimal mungkin apapun yang dibutuhkan, agar permasalahan ini menjadi terang benderang,” imbuh Abdullah Abu Bakar.

Senada dengan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih dalam kesempatan yang sama mengatakan, akan mendampingi proses ini di Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang memang menjadi mitra Komisi X DPR RI.

“Shalfa Avrila Sania masih sangat muda dan usianya baru 17 tahun Ia, berhak meraih masa depannya. Saya mendengar, ia sudah tidak mau menjadi atlet senam dan malu untuk kembali ke sekolah. Jangan sampai permasalahan ini menghancurkan masa depannya,” kata Abdul Hakim Bafagih.

“ Untuk itu, saya akan berkomunikasi dengan Kemenpora, tidak dalam rangka intervensi, tapi menanyakan pada Menteri Pemuda dan Olah Raga. Karena, dari media saya mendapatkan informasi yang berbeda, antara pengakuan orang tua atlet dan tim pelatih,” urai Legislator berumur 27 tahun ini.

“Pencoretan pemain memang hak pelatih.Tapi, kalau alasannya karena indisipliner, Apakah tahapan peringatan sudah dilakukan? Usia muda kan memang rentan pada persoalan indisipliner, makanya perlu treatment dan kesabaran pelatih agar tidak asal coret, karena mereka punya bakat. Karena dipanggil pelatnas itu tidak mudah,” ucapnya.

“Kalaupun alasannya karena faktor keperawanan, ini jelas pelanggaran Hak Asasi Manusia. Bagaimana bisa, seorang atlet dicoret karena ketidak perawanan? Tapi kan ini dari pengakuan ibundanya, maka kami perlu mendengar dari pelatih-nya, apa benar alasan ini yang dipakai untuk mencoret?” tutup Abdul Hakim Bafagih mengungkapkan pertanyaannya.

Sekedar diketahui, pertemuan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Anggota Komisi X Abdul Hakim Bafagih dengan orang tua atlet dan atlet yang berlangsung di rumah dinas, diharapkan bisa mendapatkan keterangan sejelasnya. Dan, jika dimungkinkan ada bukti-bukti yang diperlukan agar bisa dilakukan langkah selanjutnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, jika orang tua atlet melanjutkan permasalahan ini hingga ke meja hijau dengan didukung bukti yang mencukupi, Pemerintah Kota Kediri akan mengupayakan bantuan hukum agar kasus ini bisa terkuak sejelas-jelasnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here