Ini Menariknya Es Tebu Bakar Yang Sehari Habiskan 1 Kuintal

81
Minuman menyehatkan, es tebu bakar Mbak Pat, di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

TULUNGAGUNG – JYBMedia: Berbicara sari tebu murni ternyata tidak hanya segar dinikmati saat terik matahari menyengat. Namun, sari tebu juga bisa diyakini menyembuhkan beberapa macam penyakit. Bahkan di Tulungagung, Jawa Timur, kita bisa menikmati tebu yang dibakar sebelum diambil sarinya. Itulah sebabnya, es tebu bakar ini sangat disukai warga Kota Marmer.

Usaha es tebu bakar ini ditekuni Patimah, warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, sebelas tahun lamanya. Melihat peluang ini, Ibu dua anak ini pun mencoba menyajikan warisan budaya leluhur, yakni es tebu bakar. Hal ini dilakukanya, untuk memberikan warna berbeda dari penjual es tebu lainya.

” Sudah 11 tahun, saya menekuni usaha jualan es tebu bakar. Dulu, sekitar 2 tahun lalau ada 2 kios, 1 di daerah ketanon dan yang ke 2 berada di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru ” ungkap Perempuan berusia 45 tahun yang akrab disapa Mbak Pat, saat ditemui tim jybmedia.com dilokasi jualanya, Sabtu (14/12/2019).

” Tapi, karena suami sudah meninggal dunia, jualan es tebu bakar difokuskan disatu tempat saja, di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru” imbuhnya.

Mbak Pat berkisah, es tebu bakarnya sudah banyak pelangganya dari blitar dan kediri. Kebanyakan, memang perempuan karena khasiat sari tebu bakar tersebut dipercaya bisa menyembuhkan nyeri saat datang bulan.

” Ya, memang tidak dipungkiri mayoritas pelanggan saya perempuan. Karena, khasiat es tebu bakar diyakini bisa menyembuhkan nyeri saat datang bulan dan juga penyakit lainya” ucapnya.

Dia juga mengaku, tiap harinya harus mendatangkan bahan baku tebu 1 kuintal. Dan, jumlah sebanyak ini, terkadang jam 12.00 WIB sudah habis terjual atau paling maksimal jam 14.00 WIB, dengan jadwal buka mulai jam 9.00 WIB.

” Untuk harga per gelasnya saya jual Rp 3 ribu. Perhitunganya, bahan baku tebu juga naik ditambah proses penyajian yang memang membutuhkan proses khusus, yakni proses pembakaran tebu sebelum diambil sarinya ” pungkasnya.(hil/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here