Sate Bekicot, Masih Jadi Menu Favorit Pecinta Kuliner

Menggugah selera, Sate Bekicot yang sudah dicampur bumbu

KEDIRI – JYBMedia: Kalau singgah di Kediri tidak lengkap rasanya kalau tidak mencoba salah satu kuliner khasnya, yakni Sate Siput atau yang lebih tenar disebut Sate Bekicot. Makanan ini, memang patut dicoba lantaran daging Bekicot terdapat kandungan protein tinggi dan dipercaya menambah stamina.

Berbicara Bekicot, sering dikenal sebagai binatang hemaprodit yang hidup menempel didaun. Tetapi. di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Bekicot diolah menjadi makanan khas kuliner Kediri, dengan berbagai olahan, seperti, Sate, Kripik dan krengsengan Bekicot yang digemari masyarakat.

Apabila melihat tekstur daging Bekicot begitu kenyal dan empuk ketika digigit. Apalagi, sate bekicot dipadu dengan bumbu kacang, makin menambah citarasa yang gurih dan dijamin akan ketagihan setiap kali mencicipi masakan Sate Bekicot. Apalagi, ada olahan lainnya berupa keripik Bekicot juga menggugah selera.

Adapun sejumlah warung makan yang menyediakan kuliner khas Kediri tersebut, ada di kawasan Dusun Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Jarak tempuh sekitar 15 kilometer dari Simpang Lima Gumul (SLG) arah ke Plosoklaten atau satu kilometer dari Polsek Plosoklaten arah ke Kecamatan Wates.

Tim jybmedia.com, mencoba bertandang di salah satu warung Sate Bekicot yang berdiri sejak tahun 1980. Yakni, warung milik Hj.Murti Sri Sayekti, yang lokasinya di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Warung milik Perempuan berusia 51 tahun ini ,memang terbilang paling lama berdiri diantara warung lainya.

” Ya, awal berdiri dengan modal awal Rp 500 ribu. Kala itu, lokasinya masih berada disepanjang jalan depan PTPN Jengkol yang tempatnya relatif sempit. Memang lokasi ini, sebagai basis penjualan berbagai jenis makanan olahan dari bekicot sampai saat ini ” kata Mbak Sri sapaan akrab Hj. Murti Sri Sayekti, saat ditemui, Minggu (12/1/2020).

Dia mengungkapkan, pecinta kuliner Sate Bekicot ditempatnya memang mengalami kenaikan dari hari ke hari. Dari sini, Ia memilih pindah tempat yang awalnya di depan PTPN ke Desa Plosolor. Membludaknya pembeli, tidak menjadikanya kesulitan bahan baku Bekicot. Karena, warungnya sudah memiliki pemasok Bekicot dari berbagai tempat, hingga tidak kuatir kehabisan bahan baku.

” Pada hari-hari biasa Senin sampai Jum’at, Sate Bekicot bisa laku antara Rp 2 ribu sampai 3 ribu tusuk. Sedangkan, hari Sabtu dan Minggu serta hari Libur bisa menghabiskan 5 ribu sampai 7 ribu tusuk sate. Lalu, harga untuk setiap 10 tusuk sate adalah Rp 4 ribu dan untuk dibawa pulang bisa memilih 50 tusuk Sate Bekicot yang sudah dibungkus daun pisang seharga Rp 20 ribu” ucapnya.

Mbak Sri juga menguraikan, Ia juga menyediakan kripik Bekicot seharga Rp 180 ribu, tiap kilogramnya. Rata-rata, setiap hari laku sekitar 2 kilogram. Ditambah lagi, menu krengsengan bekicot juga ada, dengan harga Rp 7 ribu per bungkusnya.

Terakhir, Mbak Sri juga mengatakan, untuk para pekerja di warung yang dikelolanya, mayoritas Ia mempekerjakan Ibu rumah tangga dari Desa sekitar maupun dari Desa luar Kecamatan. Dan, mereka digaji dengan sistem harian, Rp. 15 ribu.

” Saya optimalkan warga sekitar agar bisa buat tambahan penghasilan dan pekerjaan sampingan bagi ibu-ibu, guna membantu tambahan pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari” pungkasnya.

Sementara, Dian Ari, salah satu pengunjung asal Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mengaku, masakan Sate Bekicot milik Mbak Sri memang terbilang enak. Ia dan keluarganya rutin membeli tiap sepekan sekali.

” Sate Bekicot Mbak Sri, memang terkenal dan memiliki kelezatanya yang paling mantap” ujarnya.(ogi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here