Bisnis Sambilan Mahar dan Hantaran Pernikahan Yang Menjanjikan

101
Bunda Efi menunjukkan salah satu karya mahar untuk seserahan pernikahan

KEDIRI – JYBMedia: Memberikan mahar terindah dan unik bagi pasangan di hari pernikahan, mungkin menjadi impian bagi setiap calon pengantin pria. Barang-barang yang dibawa dalam seserahan adalah benda-benda yang memiliki makna simbolis dan mencerminkan kesanggupan serta tanggung jawab dari pihak pria untuk memenuhi kebutuhan istrinya setelah menikah kelak.

Berbicara akan hal itu, ada kesibukan para ibu-ibu dan pemuda kreatif menekuni usaha membentuk sejumlah barang berupa mahar dan hantaran pernikahan yang ditekuni sejak lima belas tahun silam. Bisnis usaha ini, bernama Ardian colection yang mampu menjadi bisnis sambilan keluarga. Berlokasi, di Jalan Jeng Esti Nomor 2, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Pemilik Ardian Colection, Indiyah Efiriati menceritakan, ide awal membuat usahanya karena diwilayah Kediri saat itu, apabila orang menikah, belum membawa mahar. Kebanyakan hanya berupa hantaran pernikahan dengan isian di dalamnya masih serba tradisional.

” Dari sini, timbulah ide. Karena, saya asli dari Solo, maka budaya dari Solo saya masukan di Kediri.Dan, Allhamdulilah respon dari masyarakat sangat apresiatif dan bahkan menjadi akulturasi budaya baru dalam pernikahan” kata Bunda Efi, sapaan akrabnya saat ditemui tim jybmedia.com, Minggu (12/1/2020).

Ia menceritakan, media yang digunakan dengan memanfaatkan bahan limbah baik dari kertas, maupun kain perca karyanya digemari oleh masyarakat. Karena, tampilan menarik dan harganya murah menjadi patokan.

Disamping itu, kekuatan relasi pertemanan serta media sosial menjadi kunci sukses peluang usaha nya. Bahkan, Ia sudah merambah sampai wilayah Kalimantan Utara yang memesan mahar pernikahan, berupa Siluet, penghantar pernikahan, karikatur wayang, atau sesuai tema pemesan.

” Harga beragam, mulai Rp 50 ribu – Rp 400 ribu.Dan, kami sesuaikan akan lama atau tidaknya proses pengerjaan. Bahkan, belum lama ini juga ada permintaan Custom sesuai dari pelanggan. meminta bantuan jasanya Rp 850 ribu, dari pemesan wilayah Bojonegoro, Jawa Timur” kisahnya.

Bunda Efi juga berpesan dan berharap, jangan berhenti untuk bekarya selagi ada peluang usaha. Dia, juga membuka kelas pelatihan di kediamanya dengan kuota 10 -15 peserta.

” Pelatihan digelar setiap akhir pekan. Monggo, bagi Ibu-ibu atau siapapun yang berminat, bisa manfaatkan momen ini menjadi peluang bisnis sampingan” pungkasnya. (abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here