Jamu Tradisional Diantara Ketatnya Persaingan

73

KEDIRI – JYBMedia: Jamu merupakan minuman herbal khas Indonesia. Jamu biasanya terdiri dari berbagai jenis tanaman herbal dan rempah pilihan. Dimana, negara kita dikenal sebagai negara penghasil rempah terbanyak di dunia. Tanaman rempah, seperti jahe, kapulaga, kayu manis, kunyit dan lain-lain dapat diolah menjadi minuman yang menyehatkan tubuh.

Hebatnya lagi, Jamu tradisional tidak kalah manfaatnya dengan obat-obatan di apotek. Malahan, jamu tradisional lebih alami dan bisa turut serta merawat warisan bangsa kita.

Berkenaan dengan hal itu, ada seorang sosok yang tetap mempertahankan dan meramu Jamu Tradisional, untuk dipasarkan secara keliling. Adalah Lutfi Rohman, warga Desa Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Meski terbilang masih muda, Lelaki berumur 25 tahun ini tidak canggung melakoni usahanya mengais rezeki untuk keluarga.

Ditemui tim jybmedia.com, Pria asli kelahiran Kota Kediri ini mengaku, berjualan sejak tahun 2008, dengan aneka jamu, meliputi, cabe puyang, beras kencur, kunyit asam, dan kacang kacangan. Ia, menjajakan daganganya menggunakan gerobak dorong, menyusuri wilayah Kelurahan Banjarmlati dan Kelurahan Bandar kidul.

” Memang usaha yang saya lakoni terbilang berat diantara persaingan bisnis obat-obatan dan berbagai varian jamu saat ini. Tapi, saya memilih berdagang jamu tradisional, karena ingin melestarikan ramuan tradisional dan memperkenalkan ke masyarakat” ungkap Lutfi, saat ditemui, Senin sore (13/1/2020)

Lebih jauh Ia mengatakan, musim hujan juga menjadi kendala baginya, hingga jadwal keliling jualan jamu harus dimulai pukul 09.00 WIB sampai sore hari. Tapi, sebagai solusinya, dirinya menawarkan produk jamu cabe puyang yang dirasa sesuai menghangatkan badan.

” Pastinya, jamu yang saya jual juga relatif murah, dengan harga Rp 1.500,- tiap gelasnya ” tutupnya. (abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here