Dari Bahan Sepele, Hingga Miliki NIlai Jual Tinggi

KEDIRI – JYBMedia: Seni, memiliki arti yang sangat luas dan banyak terangkum didalamnya. Ada Seni Rupa, Seni Musik dan lain sebagainya. Membahas akan Seni, ada salah satu seni kerajinan yang menuntut seseorang memiliki tingkat kreativitas dan inovasi yang tinggi.

Adalah kerajinan dari plastik yang sekarang sedang banyak Campaign Zero Waste atau nol sampah. Bahkan, banyak Organisasi ataupun Komunitas menyuarakan gerakan tanpa sampah, karena Indonesia salah satu Negara penyumbang terbesar sampah plastik ke laut.

Berkaca dari itulah yang mendasari Sugiantoro, warga Banyakan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggeluti kerajinan yang dikemas dalam bentuk bunga berbahan plastik. Setiap harinya, Ia mangkal di area PG Mrican, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Apabila melihat bunga dari hasil karyanya, memang sekilas terlihat asli. Tapi, apabila dipegang, akan kelihatan kalau berbahan plastik. Terlebih lagi, paduan beberapa komponen pendukung, seperti bamboo untuk pot, semen sebagai penguat pondasi dan kawat untuk membuat jenis bunga dan daunnya.

” Ya, kalau dilihat sekilas kayak asli.Mayoritas, pembeli kecele” ungkap Sugiantoro, sembari tersenyum, saat tim jybmedia.com bertandang dilokasi jualanya, Selasa (21/1/2020).

Lelaki berusia 36 tahun itu menceritakan, awal menggeluti usaha ini, selain ingin berperan mengurangi sampah plastik juga faktor iseng. Tapi, usai dilandasi dengan keseriusan dan membuat beberapa model, makin banyak peminatnya.

” Berangkat dari sini, saya mulai fokus dan terhitung sudah setahun ini saya lakoni usaha bunga plastik ini. Malahan, peminatnya banyak yang dari luar kota, karena lokasi jualan yang saya tempati berada di jalan penghubung ke Nganjuk” ucapnya.

Bahkan, Sugiantoro juga mengaku, sempat ada beberapa undangan untuk mengisi acara dan memberikan pelatihan. Ketertarikan para pembeli, memang dari faktor harga yang dinilai murah. Berkisar, Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu atau tergantung dari model dan tingkat kesulitanya.

Baca juga:  Penjual Kreco dan Sate Kol Yang Tak Tergerus Zaman

” Untuk momen ramainya pembeli, biasanya waktu mengisi pameran. Kalau ada undangan Pameran, atau Bazar, pasti saya berangkat dan ada dilokasi. Dari sini pula, kerajinan saya dikenal Khalayak” pungkasnya.(ogi/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here