Dari Hobi Memancing, Hingga Ajak Misi Sosial dan Cintai Lingkungan

350
Lakukan misi sosial dan menjaga lingkungan, aktifitas yang dilakukan Komunitas Mancing Kediri atau KMK yang beranggotakan 20 ribu orang, se Karisidenan Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Rela duduk berjam jam agar umpan dilahap ikan, merupakan bentuk hobi sebagian masyarakat di dunia, tanpa terkecuali di Kediri, Jawa Timur. Mungkin, anggapan sebagian masyarakat tentang hobi ini membuang banyak waktu dan tak ada gunanya.

Tapi jangan salah, Komunitas Mancing Kediri atau KMK yang beranggotakan 20 ribu orang, se Karisidenan Kediri, akan mampu membuat Anda berfikir ulang, apabila menilai pandangan miring terhadap hobi memancing tersebut.

Mulyono, salah satu anggota KMK, saat memancing di Waduk Waru Turi, bertempat di Dusun Jabon, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. mengatakan, dirinya biasa setiap hari datang ke tempat ini.Tidak jarang, ikan yang diperoleh selain buat dikonsumsi, ikan juga akan dilepas kembali, atau bahkan dikasihkan kepada masyarakat dengan gratis.

” Beragam jenis ikan ada disini, baik jenis ikan nila, ikan bader, ikan rengkik, ikan tengor ” ujarnya, saat ditemui tim jybmedia.com, Minggu (2/2/2020).

Selain melakukan aktifitas memancing ikan, Cak Mul sapaan akrabnya mengaku, pekerjaan keseharianya sebagai produsen pelet ikan. Sehingga, Ia harus menguji pelet ikan atau sejenis umpan buat memancing hasil ciptaanya sendiri, yang kemudian akan dijual pada Komunitas pemancing maupun masyarakat yang membutuhkan.

” Pelet ikan yang saya jual dengan jenis pelet goreng, merupakan khas Kediri, dijual dengan harga Rp15 rb, ukuran tanggung sebotol air mineral” tutupnya.

Mulyono, salah satu anggota KMK

Ditempat yang sama, Bima Nuryawan, salah satu anggota KMK lainya menjelaskan, selain kegiatan memancing ataupun menjalani usaha yang berkecimpung dengan aktifitas memancing, anggota KMK juga melakukan kegiatan sosial.

” Wujud sosial yang dilakukan, berupa tabur benih, penghijauan yang baru baru ini dilakukan di Sumber Jiput, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri” ucapnya.

Pria asal Desa Gabru,Kecamatan Gurah,Kabupaten Kediri, yang juga sebagai Admin Wild Water Indonesia atau WWI wilayah Kediri, juga menguraikan, teman-teman KMK selain menabur benih ikan atau Restocking, juga melakukan Relokasi ikan.

” Penerapanya, memindahkan ikan dari tempat asal ke tempat-tempat yang menurut kami kurang baik dari jenis dan jumlah ikan disuatu tempat lain.Tujuanya, demi menjaga populasi ikan, agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti, serta bisa bermanfaat untuk melestarikan lingkungan masyarakat” imbuhnya.

Disamping itu, Bima juga berharap, agar masyarakat yang masih melakukan ilegal fishing dengan cara menyetrum, mengebom ikan, meracun ikan, serta masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan di sungai atau perairan, agar sadar diri untuk berhenti.

” Karena, apa yang dilakukan sekarang akan berdampak kepada anak cucu kita kelak. Mari, kita rawat lingkungan dan jaga bersama alam beserta isinya” pungkasnya.(abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here