Kiat Menetralisir Kelebihan Makan Daging Kambing

Ilustrasi sate kambing yang seringkali dikonsumsi khalayak

Daging kambing adalah jenis daging merah yang mengandung protein dan zat besi yang sangat tinggi tapi rendah lemak. Daging kambing biasanya disajikan dalam wujud sate, gulai, semur dan tongseng. Aroma khas daging kambing yang cukup mudah dikenali menjadikan daging ini menjadi salah satu makanan yang cukup favorit karena rasanya yang lezat dan cukup gurih dibanding jenis daging lainnya. Namun kalau dalam mengkonsumsinya secara berlebihan tentu akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh.

Zat besi pada daging kambing merupakan salah satu pemicu pusing kepala. Adapun zat besi tersebut adalah zat yang bernama tiramin. Apa tiramin itu? Tiramin adalah zat yang diproduksi oleh protein ketika makanan mulai dibiarkan lama. Semakin lama umur makanan, maka semakin banyak juga tiramin yang diproduksi.

Tiramin juga merupakan asam amino yang dapat memicu sakit kepala dengan cara mengurangi kadar serotinin pada otak dan mempengaruhi pembesaran pembuluh darah. Bila dikonsumsi secara berlebihan zat ini juga dapat meningkatkan tekanan darah terutama pada penderita darah tinggi.

Ternyata tidak hanya dalam daging kambing, makanan-makanan lain yang mengandung tinggi tiramin antara lain adalah hati ayam, keju, bir, juga daging yang telah di fermentasi, dan anggur merah.

Kandungan daging kambing selain kaya akan protein dan zat besi, ternyata juga mengandung vitamin B, vitamin E, vitamin K, kolin, lemak alami, betain, kolesterol, asam amino dan mineral seperti mangan, kalsium, seng, tembaga, fosfor dan selenium.Daging kambing juga mengandung elektrolit seperti sodium dan potasium, asam lemak omega-3 dan omega-6. Sehingga bisa disebutkan bahwa daging kambing sangat lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh manusia.

Namun apabila daging kambing dikonsumsi secara rutin dan berlebihan, tentu akan menimbulkan hal-hal negatif pada kesehatan tubuh seperti keracunan dan mempercepat naiknya berat badan. Bagi yang memiliki riwayat penyakit ginjal, jantung, diabetes dan masalah sistem pencernaan maka mengkonsumsi daging kambing harus dikontrol cukup ketat karena dengan kandungan yang luar biasa dalam daging kambing akan dengan cepat memperparah berbagai penyakit tersebut, jadi bagi yang memiliki riwayat penyakit tersebut atau bahkan sedang mengidap penyakit tersebut sebaiknya dihindari saja agar tidak memperburuk kesehatannnya.

Baca juga:  Ragam Makanan Sehat Bisa Tingkatkan Mood

Kandungan lemak jenuh yang terdapat pada daging kambing juga bisa meningkatkan resiko pada pembuluh darah dan jantung, oleh karena itu dalam mengkonsumsi daging kambing perlu ada pembatasan yang sesuai dengan usia, berat badan, jenis kelamin dan tentu menyesuaikan dengan kondisi kesehatan.

Selanjutnya, untuk menetralisir dari efek negatif daging kambing agar tidak menimbulkan efek buruk pada kesehatan tubuh, antara lain :

1. Minum Teh
Salah satu alternatif untuk menetralisir efek negatif setelah makan daging kambing dengan meminum teh tawar panas yang mengandung katekin atau teh hijau.

2. Minum Jus jeruk
Jus jeruk selain menyegarkan ternyata juga sangat ampuh dijadikan sebagai penawar dari efek negatif makan daging kambing namun yang perlu diperhatikan adalah jus jeruk tersebut tanpa dicampur oleh gula agar berfungsi sebagai penurun kolesterol.

3. Tomat
Buah ini juga sangat ampuh dijadikan sebagai penawar efek negatif dari makan daging kambing karena tpmat mengandung likopen yang berfungsi sebagai penurun kolesterol.

4. Acar
Sebagai penyeimbang naiknya kolesterol akibat makan daging kambing kita bisa memakan acar yang terdiri dari mentimun, bawang merah dan wortel karena acar mengandung asam amino belerang yang sangat berguna untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta menaikkan kolesterol baik (HDL).

5. Almond
Makanan jenis kacang-kacangan ini juga sangat efektif dijadikan sebagai penawar dari efek naiknya kolesterol akibat makan daging kambing karena kandungan lemak tak jenuh dalam almond sangat berguna untuk mentralisir kolesterol jahat dalam daging kambing.

6. Buah-buahan
Setelah makan daging kambing agar tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan salah satu alternatif menetralisirnya adalah dengan mengkonsumsi buah-buahan. Adapun buaha-buahan yang baik dijadikan sebagai penawar antara lain pisang, semangka, jeruk dan alpukat.

Baca juga:  Jadwal Minum Air Putih yang Menyehatkan

Daging kambing bagi sebagian orang merupakan daging yang paling lezat dan menjadi makanan favorit, namun bagi sebagian orang lainnya makan daging kambing merupakan pantangan karena setelah makan daging kambing merasakan efek negatifnya secara langsung seperti pusing kepala dan panas tubuh yang luar biasa.

Bagi yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi, daging kambing juga merupakan salah satu makanan yang wajib dijauhi karena sangat fatal apabila mengkonsumsinya. oleh karena itu berbagai makanan maupun minuman sebagaimana diatas hanyalah sebagai alternatif menetralisir saja dan berlaku bagi seseorang yang masih usia muda dan kondisi kesehatannya cukup stabil.

Mudah-mudahan tips sederhana ini bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here