Karya Gitar Bambu Khas Kediri yang Mendunia

135
Khusnan Suwiteng pengrajin gitar bambu di Kelurahan Banjaran, Gang 1, Nomor 277, Kota Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – JYBMedia: Pada umumnya, gitar terbuat dari sebilah batang kayu. Tapi, hal berbeda dilakukan salah satu pengrajin gitar di Kota Kediri, tepatnya di Kelurahan Banjaran, Gang 1, Nomor 277, Kota Kediri, Jawa Timur. Dimana, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik,terbuat dari bambu.

Adalah Khusnan Suwiteng pengrajin gitar bambu yang memulai usahanya sejak tahun 1977 silam. Berawal dari minat nya untuk memiliki sebuah gitar, namun karena keterbatasan ekonomi dan takut rusak jika meminjam gitar milik temanya, Ia berinisiatif membuat gitar dari bambu. Meski sempat gagal beberapa kali, namun pada akhirnya berhasil. Bahkan, teman temanya yang sebelumnya penasaran dengan hasil karyanya, tertarik untuk membelinya.

Kusnan sapaan akrab lelaki berusia 59 tersebut menceritakan, hampir 90 persen gitarnya menggunakan batang bambu sebagai bahan dasarnya.Teknik pembuatan gitar bambunya, juga masih dilakukan secara manual dengan peralatan tradisional. Satu-satunya alat modern, hanya membutuhkan aliran listrik di bengkel kerjanya, seperti mesin penghalus atau ampelas permukaan kayu.

” Kalau bagian-bagian gitar mulai dari senar dan lainya, langsung dari Bandung. Terkadang, karena stoknya langka harus inden 3 bulan lamanya. Setiap bulan, Ia mampu membuat 2 hingga 3 unit gitar, atau rata rata satu gitar memakan waktu 10 hari dalam pengerjaanya. Sempat dibantu oleh karyawan, namun karena sesuatu hal dan pertimbangan kualitas gitar, maka dikerjakan sendiri” urainya.

Lekaki yang ngefans dengan Leo Kristi, Harry Roesli dan Ade Ms ini juga berpesan, cintailah hasil karya sendiri. Karena, dengan mencintai karya sendiri bisa menambah kekuatan di sektor ekonomi bangsa sendiri. Dan, karya sendiri tidak kalah bersaing dengan produk negeri lain. Dengan dibuktikan, Hasil produksinya banyak diminati dan kerap dibuat dengan model sesuai pesanan dari berbagai Negara.

” Sampai mancanegara, sempat ada yang berkunjung dari warga Australia, dan Taiwan berkunjung ke rumahnya yang juga sebagai bengkel usahanya. Karena terkendala bahasa, saya tidak menguasai bahasa asing. Beruntung ada alat penerjemah online, hingga bisa menjawab apa yang pelanggan inginkan” kenangnya.

Terakhir, Khusnan juga mengatakan, gitar yang dijual beraneka ragam sesuai dengan bahan dan pesanan pelanggan. Untuk kisaran harga termurah Rp 850 ribu sampai Rp 2,5 juta. Bahkan, pernah ada pesanan dari luar negeri berkisar Rp 10 juta.
Bentuk karyanya selain gitar, Ia juga memproduksi Selo, Biola, dan alat musik lainnya yang menggunakan senar.(abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here