Minim Respon, Laskar Panji Peduli Akhirnya Bedah Rumah Bu Kadipah

302
Bersama warga, Laskar Panji Peduli Kediri bahu membahu memperbaiki rumah Bu Kadipah, warga RT 05, RW 01, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri,Jawa Timur.

KEDIRI – JYBMedia: Meski belum ada kejelasan akan program Pemerintah, Bu Kadipah, warga RT 05, RW 01, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri,Jawa Timur, bisa bernapas lega, usai atap rumahnya yang rusak berat diperbaiki oleh Laskar Panji Peduli atau Laspan Kediri, melalui program bedah rumah.

Selama ini, perempuan berusia 80 tahun tersebut hidup menjanda dan sebatang kara, serta tidak mempunyai keturunan. Apalagi, untuk memperbaiki rumahnya dirasa tidak mampu, dengan kondisi keseharian yang memprihatinkan.

Eko Supriyadi, Senopati Laskar Panji ( Laspan) Peduli mengatakan, kegiatan Laspan dalam pembenahan atap rumah Bu kadipah bersama warga lingkungan Pakunden, dilakukan sejak Minggu 23 februari 2020.

” Kegiatan dilaksanakan pukul 07.00-10.00 WIB, dengan kegiatan menurunkan genting atap rumah Bu kadipah. Untuk selanjutnya, perkerjaan menganti esbes dan reng kayu usuk baru dilaksanakan Senin, 24 Februari, sampai dengan selesai” ucapnya, saat dihubungi, Selasa (25/2/2020).

Eko sapaan akrabnya juga mengucapkan Terima Kasih kepada para warga yang berpatisipasi gotong royong dan kerja bakti, untuk merenovasi rumah Bu Kadipah.

” Kondisi rumahnya memang sangat memprihatikan. Atap banyak yang bocor, hingga bisa memandang langit dari dalam rumah. Dan, sentuhan warga seperti ini menunjukan kesadaraan Sosial dan rasa empati pada masyarakat di pemukiman perkotaan yang kondisi masih ada semacam ini” pungkasnya

Sementara, Triyono Kutut Purwanto, Kepala Dinsosnaker Kota Kediri, mengatakan,pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk merenovasi rumah Bu Kadipah, lantaran terkendala status rumah yang ditempati.

” Masalahnya, rumah yang ditempati Bu Kadipah masih hak waris dan belum milik pribadi. Dan, kami berupaya membawa yang bersangkutan ke rumah Panti Jompo, tapi masih menunggu persetujuan keluarga” kata Kutut, dihubungi beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya langkah konkrit untuk membantu rumah Bu Kadipah, meski terkendala status rumah yang ditempati, Triyono Kutut Purwanto mengaku, Ia belum belum bisa mengambil langkah dan akan melakukan koordinasi.

” Saya akan coba melakukan koordinasi dengan Dinas Perkim” ucap Kutut, tanpa ada realisasi sampai sekarang.

Sekedar diketahui, Bu Kadipah memang menempati rumah tinggal dari orang tuanya yang belum dibagi waris dan sudah terdaftar di BDT. Keseharianya, hanya mengandalkan bantuan makanan dari kiriman keluarganya. Untuk bantuan, Bu Kadipah hanya mendapatkan asupan usia lanjut atau Aslut di tahun 2019, dalam bentuk uang tunai Rp 600 ribu, dengan hitungan 4 bulan sekali.(abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here