Ini Nasib Pelaku Usaha Kuliner Kampung Inggris Seiring Terpaan Corona

92
Lengang, inilah kondisi pelaku usaha kuliner Kampung Inggris saat ini.

KEDIRI – JYBMedia: Kampung Inggris merupakan primadona para pelajar yang ingin memperdalam ilmu tentang bahasa, terutama bahasa Inggris. Bahkan, masyoritas masyrakat Indonesia tidak asing dengan lokasi yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dikenal hingga mancanegara.

Tetapi, dalam beberapa pekan terakhir, pasca novel-coronavirus (COVID19) resmi masuk Indonesia, geliat siswa yang belajar di Kampung Inggris mulai berkurang dan menurun drastis.

Puncaknya, Selasa (17/03/2020) kemarin, ruas jalan-jalan di Kampung Inggris sepi, karena ada himbauan dari pihak desa dan keamanan setempat, untuk memutus mata rantai penyebaran. Hingga, pihak lembaga tidak boleh menerima peserta didik terlebih dahulu selama 14 hari kedepan.

Mengacu dari situ, juga berpengaruh pada pelaku usaha yang ada. Salah satunya, Nurul Masruroh, pemilik warung ketan di Jalan Pancawarna 7, Kelurahan Pare atau area Kampung Inggris. Ia mengaku, ada penurunan drastis, tapi masih terbantu dengan pembeli lain yang tidak hanya siswa Kampung Inggris.

“Ya ada penurunan sedikit, tapi yang beli nggak siswa kursus saja. Jadi, Alhamdulillah masih jalan. Memang, ada himbauan dari RT, tapi kalau saya menutup dagangan, kasihan yang sudah bekerja sama titip gorengan. Kalau isi himbauan di sosial media grup, yang kursus di Kampung Inggris tidak boleh masuk dulu” ujar Nurul, saat ditemui, Rabu (18/03/2020).

Hal senada juga disampaikan Fitri, penjual es campur dan bakso di Jalan Lamtana, Tegalsari, Kelurahan Pare. Ia juga mengaku, pemasukan hanya seperempat dari pemasukan normal, dan penurunan bisa mencapai 50 persen.

Disamping itu, Fitri yang biasanya sibuk melayani siswa Kampung Inggris, hanya bisa duduk-duduk saja, karena jalan sangat lengang, hingga berdampak pada penjualanya.

“Adanya wabah Corona sangat berpengaruh, hingga menurun sampai 50 persen. Dan, pemasukan hanya seperempat dari biasanya. Jadi sepi, biasanya kalau jam segini lumayan ramai tapi sekarang hanya duduk saja” ungkap Fitri.(ogi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here