Bertahan Hidup, Lansia Tekuni Jualan Minyak Tanah

Puluhan tahun dijalani, Mbah Minyak tetap menekuni jualan minyak tanah untuk bertahan hidup.

KEDIRI – JYBMedia: Program konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kilogram (kg) sudah dilakukan sejak 13 tahun lalu atau tepatnya pada 2007. Namun, di Kota Kediri, hingga saat ini masih ada penjual yang memperdagangkan minyak tanah, untuk bertahan hidup sembari mengisi masa tuanya.

Adalah Mohamad Tasimin, warga Bandar Lor, Gang II, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Diusianya yang sudah genap 78 tahun, Ia sudah memulai usaha jualan minyak tanah, sejak tahun 1979 lalu. Dan, pola berjualan dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, tiap harinya, dengan cara berkeliling di wilayah Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

” Kalau dulu dimasa muda saya, berjualan masih bisa menjangkau sampai di wilayah area Kota Kediri, khususnya di komplek pabrik rokok terbesar di wilayah Kota Kediri” kenangnya, saat ditemui tim jybmedia, Sabtu (21/03/2020).

Lekaki yang akrab disapa Mbah Minyak, juga mengatakan, diusia nya yang sudah senja ini, Ia tetap memilih terus bekerja, karena tidak aktifitas yang dilakukan kalau berada dirumah. Baginya, Ia memilih senang bekerja ketimbang berdiam diri di rumah, tanpa mengenal libur. Walaupun sesekali, apabila ada acara ziarah Wali atau kegiatan keluarga, dirinya libur.

” Istri saya juga ikut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan nasi pecel tumpang dirumah. Dalam sehari, pendapatan yang dia terima dari berjualan minyak tanah tidak menentu hasilnya. Sehari, hanya bisa menjual hingga 2-3 botol, bahkan sering daganganya tidak laku dalam sehari” imbuhnya.

Saat ditanya akan harga, Mbah Minyak mengutarakan, untuk satu botol air mineral ukuran tanggung, dijualnya dengan harga Rp 10ribu, sedangkan ukuran botol air mineral besar dihargai Rp 20 ribu.

Baca juga:  Jajanan Tradisional Turun Temurun Yang Tetap Digandrungi

” Kalau kulakan minyak tanah, saya harus memesan bahan ke tempat langganan sekitar 30 liter. Biasanya, habis dalam waktu 5 hari atau dalam jangka waktu yang tidak menentu” ucapnya.

Mbah Minyak juga mengaku, meski usianya sudah senja, Ia tetap sehat dalam menjalani aktifitasnya. Karena, rahasianya selalu bersyukur kepada Tuhan, dengan apa yang sudah didapatnya.

” Saya juga membiasakan tidak minum es. Ditambah lagi, dengan mendorong gerobak daganganya, secara tidak langsung sebagai sarana berolahraga” pungkasnya.(abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here