Pulang Kampung Ditolak Istri, Seorang Warga Melapor Media Center Covid-19 Kota Kediri

61
Terlihat, layanan Media Center Covid-19 Kota Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – JYBMedia: Nasib sial dialami IM (35), maunya melepas kangen pada keluarga, tapi sudah berdiri di depan rumah, justru dilarang masuk rumah oleh istrinya. Pasalnya, IM keseharianya bekerja di Surabaya, dan pada waktu pulang ia batuk-batuk ringan. Sementara, istrinya tinggal bersama empat anak merek, dan hanya ada dua kamar di rumah tersebut.

Atas saran istrinya, IM akhirnya menuju RSUD Gambiran. Setelah dilakukan observasi, IM disuruh pulang untuk melakukan self isolation, karena masuk kategori ODR (orang sehat dalam resiko).

Ia pun, lantas kembali pulang ke rumah di wilayah Kelurahan Bandar Lor dan menceritakan hasilnya pada sang istri. Tetap saja, Ia tidak boleh masuk rumah. Akhirnya, Ia terkatung-katung dan bingung mencari tempat tinggal.

Lalu, Ibu kandung dari IM memilih menghubungi Media Center Covid-19 Kota Kediri, hingga terjadi percakapan.”Halo, mohon bisa dibantu. Anak saya tidak boleh masuk rumah, menantu saya melarangnya pulang,” keluh Ibu IM saat menelepon dan mengadukan kejadian tersebut, di Media Center Covid-19 Kota Kediri pada, Selasa (24/3/2020).

“Iya bu, bisa dibantu namanya siapa dan sekarang posisinya di mana?” tanya Erna Agustina, Staf Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri yang sedang bertugas di Media Center.

“Dia di depan rumah, tidak boleh masuk, mohon bantuannya,” kata sang ibu merajuk.

“Tolong anak ibu suruh ke Balai Kelurahan terdekat, kami akan menghubungi petugas di sana,” jawab Erna.

Dan begitulah kisahnya, hingga petugas akhirnya menghubungi IM melalui nomor HP yang diberikan sang Ibu ke petugas.Setelah mendapatkan foto identitas, petugas menghubungi Kepala Kelurahan Bandar Lor Dani Budi Pulasto untuk mencarikan solusi.

“Ini nanti gimana, ini kan masuk kategori ODR,” tanya Dani.

Petugas di Media Center meyakinkan tidak apa-apa, yang penting jaga jarak dan tidak perlu salaman.

Selanjutnya, Media Center meyakinkan IM untuk sementara waktu tinggal di kos-kosan saja, sampai 14 hari ke depan batas masa isolasi diri selesai. Dan Kepala Kelurahan membantu mencarikan kos-kosan terdekat.

Dari situ, IM menerima solusi tersebut, dan untuk sementara dia harus menunda rasa kangennya berkumpul bersama keluarga, dengan tinggal di kos-kosan selama dua minggu ke depan.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kediri memang sudah menghimbau warganya jangan pulang kampung. Himbauan ini ternyata efektif, tapi faktanya belum dihiraukan oleh sebagian pihak.

Harusnya kejadian yang dialami IM tidak akan terjadi, jika Ia menelepon lebih dulu istrinya. Memberi kabar dan kondisi serta menyampaikan rencana pulang. Hingga, sang Istri bisa mencegah lebih dini, dan IM tidak perlu terlunta-lunta di kampung sendiri. Masih mau nekat pulang kampung?. ( red/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here