Terapkan Ilmu di Al Qur’an, Petani Sumbercangkring Hasilkan Varietas Padi Unggul

dr.Pujiono, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama atau LPPNU Kota Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Kreatifitas para petani di wilayah Kediri, Jawa Timur, memang tidak usah diragukan lagi. Salah satunya, inovasi dalam menemukan dan memproduksi benih padi unggulan.

Seperti halnya di Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mampu menghasilkan sejumlah varietas unggulan dan hasilnya sungguh luar biasa. Dengan menerapkan konsep pertanian yang bersumber dari Kitab Suci Al – Qur’an.

Keterangan dr.Pujiono, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama atau LPPNU Kota Kediri, ide ini berawal dari berbagai hasil riset yang dilakukan oleh Santri dalam program ngaji tani di Pondok Pesantren Pari Ulu pada Tahun 2001, lalu.

Selanjutnya, dengan mengunakan sumber dari Alquran, Hadist, Ijma dan Qiyas dari para Ulama, dan referensi dari sesepuh terdahulu,menghasilkan varietas Padi langka yang dulu sempat ada pada zaman kerajaan.

” Direncanakan setelah musim panen nanti akan dipasarkan kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Kediri.Tujuan riset atau penanaman yang kita lakukan, untuk bersaing dengan dunia internasional melalui pangan khususnya bidang Pertanian, karena sudah terbukti sejak zaman Kerajaan, hingga Negara kita dikenal mancanegara dari sektor Pertanian dan bukan tekhnologi atau sumberdaya alam yang lain” ucap dr.Pujiono, saat ditemui tim jybmedia.com, Senin (30/03/2020).

Pria yang akrab disapa Pujiono menambahkan, yang membedakan atau Kelebihan dari padi jenis ini adalah dalam setiap batangnya yang tinggi, akan menghasilkan sebuah bulir padi. Sehingga, tiap 1 bulirnya akan menghasilkan 800 biji padi.

” Bila padi pada umumunya, tiap bulir hanya terdapat 35 cabang padi, maka dengan sistem tanaman organik akan mencapai 150 cabang padi, hingga bisa naik 3 kali lipat, dan saya yakin dengan berdasarkan isi kandungan Al Quran, benar dan tidak berbahaya bagi manusia, karena tanaman murni organik tidak memakai campuran obat berbahan kimia” imbuhnya

Pujiono juga mengatakan, padi varietas unggul tersebut, juga berkhasiat sebagai obat diabetes, karena persilangan dari tanaman padi dan tanaman labuh. Dimana, penanaman sudah dilakukan sejak 11 tahun silam, dan diperkirakan bulan Mei atau Juni 2020, tiba waktunya untuk memanen.

” Selain jenis padi langka, ada jenis lain yakni padi ulu, padi gajah, padi merah, semuanya juga tanaman organik. Untuk sebagian kita konsumsi dan sebagian ditanam dan dipasarkan, dengan harapan masyarakat gemar kembali menanam tanaman organik, karena selain hasilnya menjanjikan, hingga sektor ekonomi Negara kita akan kuat” pungkasnya.(abi/bud)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here