Kiat Jaga Mental Saat Pendemi Corona

Ilustrasi diam dirumah tapi tetap aktif, salah satu cara jaga mental saat Pandemi Corona. (foto/jawapos.com)

Kesehatan fisik berbanding lurus dengan kesehatan mental. Menjaga kesehatan mental dengan selalu berpikiran positif, termasuk langkah penting untuk mencegah dan menangkal virus corona masuk ke dalam tubuh.

Informasi tentang virus corona memang semakin gencar memborbardir masyarakat. Tak jarang, informasi itu, baik dari sumber resmi pemerintah, media massa maupun jejaring media sosial menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran berlebih dari masyarakat.

Rasa cemas atau bahkan takut di tengah penyebaran pandemi Covid-19 memang wajar. Itu adalah respons alamiah tubuh saat berada di situasi yang serba tak pasti.

Namun, di tengah wabah virus corona ini, sangat penting bagi kita agar dapat menjaga pikiran selalu positif. Intinya, jangan pernah panik.

Berikut 6 tips menjaga kesehatan mental yang dirangkum Barakata.id dari berbagai sumber, Rabu (1/4/ 2020) :

1. Memilah sumber informasi

Saat ini banyak macam informasi seputar virus corona yang beredar di masyarakat. Untuk menjaga kesehatan mental, kita sebaiknya melakukan pemilahan informasi tersebut.

Jangan sampai kita termakan atau bahkan ikut menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.Jika memang ingin mengetahui kabar tentang Covid-19, carilah sumber-sumber terpercaya seperti situs WHO (Badan Kesehatan Dunia), Kementerian Kesehatan, maupun situs-situs pemerintahan daerah.

2. Manfaatkan tekonologi untuk mempererat silaturahmi

Pemerintah sudah mengimbau agar kita sebisa mungkin menghindari kontak fisik atau physical distancing. Salah satunya, dengan berdiam atau beraktivitas di dalam rumah. Jangan keluar rumah kalau tak ada keperluan mendesak.

Meski demikian, hal itu sebenarnya tidak terlalu menakutkan. Kita masih bisa menjalin hubungan dengan orang-orang.

Manfaatkan teknologi yang ada. Kita bisa bisa memakai media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan lainnya sebagai alternatif untuk menjalin komunikasi dengan keluarga, saudara maupun tetangga dan teman-teman. Dengan demikian, meski tak bisa berkumpul secara fisik, tapi kita tetap bisa berkumpul secara online dengan mereka.

Baca juga:  Lepaskan Permen Karet yang "Nempel" di Rambut

Teknologi juga dianjurkan untuk mereka yang melakukan sistem kerja di rumah atau Work from Home (WFH). Nah, jika sudah begini, diharapkan penularan virus corona dapat segera terputus.

3) Diam di rumah, tapi tetaplah aktif

Berdiam diri di rumah bukan berarti kita tidak bisa beraktivitas. Sebisa mungkin, buatlah kegiatan yang bisa membuat tubuh serta pikiran nyaman.

Kita bisa membaca buku, menonton film atau konten positif lainnya melalui televisi dan internet. Atau bisa pula mendengarkan musik, bahkan menulis cerita. Dan jangan lupa, selama berada di rumah, konsumsi makanan sehat dan seimbang serta minum air putih yang cukup. Perhatikan juga durasi tidur dan lakukan olahraga ringan untuk menambah kekuatan daya tahan tubuh.

4. Aktif Berkomunikasi dengan Keluarga

Tak bisa disangkal, bagi sebagian orang yang harus mengisolasi mandiri di rumah, tentu bisa menimbulkan suasana hati tak nyaman. Rumah terasa sepi karena tidak ada orang yang datang berkunjung sementara ia dilarang keluar.

Bagi Anda yang sedang mengalami hal ini, cobalah bangun komunikasi dengan orang-orang yang Anda percaya. Jalin komunikasi dengan keluarga, orangtua maupun teman dekat. Ungkapkan perasaan dan kerisauan hati Anda tentang kondisi sebenarnya.

Sebaliknya, jika Anda berada di pihak yang dihubungi oleh orang yang tengah diisolasi mandiri, jangan pernah menjauhi diri dari mereka. Kalau Anda adalag orangtua dari anak yang diisolasi mandiri, hubungilah mereka, beri mereka semangat, beri rasa aman dan pastikan bahwa ia tidak sendiri.

5. Bersikaplah empati, jangan diskriminasi

Dalam setiap komunikasi baik secara langsung ataupun lewat media sosial, sebaiknya kita tidak mengaitkan wabah virus corona ini dengan etis atau negara tertentu. Corona adalah musuh kita bersama.

Baca juga:  Bermasalah Bau Badan, Ini Solusinya

Satu lagi yang sebaiknya dilakukan, jangan memberi label ‘korban’ kepada mereka yang telah dinyatakan positif Covid-19. Lebih baik menyebut mereka ‘pejuang’ karena mereka juga sedang berjuang untuk sembuh dari serangan virus tersebut.

Kita harus memberi dukungan kepada mereka, baik itu orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan maupun yang positif corona dan yang telah sembuh dari virus tersebut. Ingat, ini bukan “peperangan pribadi” ini adalah perang kita bersama melawan virus corona.

6. Tetap tenang, jangan panik

Banyak orang yang saat ini terdengar panik di tengah maraknya serangan virus corona. Akibatnya, tidak sedikit yang jatuh sakit. Bukan karena corona tapi penyakit lain yang kambuh.

Menghadapi kondisi itu, kita jangan ingkut-ikutan panik apalagi sampai ketakutan karena sikap seperti itu akan sangat menggangu kekuatan daya tahan tubuh.

Jika kita tetap bersikap tenang menghadapi pandemi Covid-19, percayalah, itu bukan hanya membawa dampak positif bagi diri sendiri tapi juga lingkungan sekitar kita.

Meski demikian, kita juga harus tetap waspada. Jaga kesehatan, upayakan lingkungan tempat tinggal selalu bersih.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here