Ini Fakta Ikan Lele Bagi Kesehatan

Ikan Lele (red/anakdagang.com)

Anda mungkin pernah dengar berita yang menyebutkan kalau makan ikan lele bisa menyebabkan kanker. Buat Anda yang gemar makan lele, berita seperti ini tentu bisa bikin Anda jadi kalang kabut. Sebenarnya isu ini cuma mitos atau fakta, sih? Yuk, cek dulu kebenaran isu ikan lele penyebab kanker di bawah ini, seperti yang kita lansir dari hallosehat.

Tidak semua lele penyebab kanker
Lele adalah ikan air tawar yang mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh, termasuk protein, asam lemak omega-3, serta vitamin B kompleks. Jadi, lele itu sendiri sebenarnya tidak mengandung racun atau zat berbahaya yang sifatnya memicu kanker (karsinogenik) dalam tubuh manusia.

Akan tetapi, sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa ikan lele tertentu memang bisa meningkatkan risiko Anda diserang kanker. Ini karena lele tersebut sudah tercemar dengan zat karsinogen, bukan karena kandungan alami dalam ikan lele itu sendiri. Maka, tidak semua jenis lele menyebabkan kanker.

Ikan lele dari perairan tercemar bisa memicu pertumbuhan sel kanker
Ikan lele bisa tercemar zat karsinogenik karena dibudidayakan di perairan yang sudah tercemar berbagai jenis polutan (bahan penyebab polusi). Sebuah tim ahli dari University of Pittsburgh School of the Health Sciences di Amerika Serikat membuktikan hal ini dalam penelitiannya.

Para ahli mengambil ekstrak ikan lele yang tumbuh di perairan yang sudah sangat tercemar. Ekstrak ini disuntikkan pada sel-sel kanker payudara di laboratorium. Hasilnya, setelah disuntikkan dengan esktrak ikan lele yang tercemar, ternyata sel-sel kanker tersebut tumbuh jadi berlipat ganda.

Setelah diteliti lebih jauh, ternyata ikan lele tersebut mengandung zat-zat kimia yang bersifat seperti hormon estrogen dalam tubuh manusia. Kadar estrogen yang terlalu tinggi dalam tubuh memang diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Ikan lele yang diuji oleh tim ahli ini diambil dari perairan yang sudah tercampur limbah pabrik dan limbah manusia.

Baca juga:  Kandungan Menakjubkan di Buah Pir

Jadi, kasus ini sangat mirip dengan kasus keracunan merkuri akibat konsumsi makanan laut. Ikan itu sendiri tidak berbahaya. Akan tetapi, karena pencemaran air sudah begitu gawat, ikan-ikan yang tinggal di perairan tersebut bisa ikut tercemar dan akhirnya dikonsumsi manusia.

Jadi, apakah kita masih boleh mengonsumsi ikan lele?
Jangan takut, hanya ikan lele yang berasal dari perairan tercemar yang bisa meningkatkan risiko kanker. Sedangkan ikan lele yang didapat dari peternakan lele aman untuk dikonsumsi Anda sekeluarga.

Saat ini, peternakan lele di Indonesia sudah diatur dan diawasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah sendiri sudah punya syarat-syarat khusus untuk budidaya lele, misalnya sumber air, kebersihan fasilitas, penggunaan bahan kimia, pakan lele, dan lain-lain. Syarat ini diatur dalam CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik).

Jadi selama ikan yang Anda pilih berasal dari peternakan yang sudah mengantongi sertifikat CBIB, Anda tak perlu khawatir akan isu bisik tetangga bahwa lele penyebab kanker.

Tips aman mengonsumsi lele
Meskipun lele tergolong aman buat kesehatan Anda, kadang sulit untuk menentukan dari perairan mana asal lele yang Anda beli. Karena itu, tak ada salahnya untuk mengurangi risikonya dengan cara membatasi seberapa sering Anda makan lele. Pada umumnya, ikan lele aman untuk dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Selain itu, Anda juga bisa membuang dulu kulit ikan lele sebelum diolah jadi masakan. Masalahnya, kulit ikan biasanya paling mudah tercemar oleh zat-zat polutan di perairan kotor.

Anda sebaiknya juga memvariasikan pilihan lauk-pauk Anda setiap hari. Semakin bervariasi, semakin kaya dan seimbang pula asupan nutrisi bagi tubuh keluarga Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here