Renyahya Keripik Gadung Banyakan Tersohor Seantero Nusantara

Gurihnya keripik Rizki Jaya, milik Oki Ali Mustofa, warga Dusun Tiron, RT 10, RW 04, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – JYBMedia: Mendengar keripik gadung memang sudah tidak asing lagi dan lama dikenal serta diolah oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu. Pertumbuhan gadung sendiri, cukup bagus di daerah Indonesia. Tanaman ini, bisa berkembang secara liar di hutan ataupun dibudidayakan di pekarangan. Gadung sendiri, masih termasuk jenis tanaman umbi-umbian.

Namun, gadung memiliki racun yang bisa memicu mual bahkan muntah. Maka dari itu, agar bisa dikonsumsi oleh kalayak, harus benar dalam cara pengolahannya. Dan, pengolahan umbi gadung menjadi makanan ringan keripik gadung, kini menjadi salah satu potensi sumber pendapatan bagi masyarakat Indonesia.

Salah satunya, usaha yang digeluti Oki Ali Mustofa, warga Dusun Tiron, RT 10, RW 04, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang telah merintis usaha keripik gadungnya bernama Rizki Jaya. Usaha ini, dirintisnya sejak tahun 2013 lalu. Dimana, bahan baku umbi gadung berasal dari perkarangan serta hutan di sekitar rumahnya, dengan mudah ditemukan.

Adapun ciri ciri tumbuhanya merambat serta ada durinya, karena proses umbi gadung yang sangat ribet dan prosesnya panjang, hingga membutuhkan ketelitian dan hati-hati dalam memasaknya. Usaha yang digelutinya, melibatkan 4 karyawan untuk melakukan proses, seperti mengkupas kulit gadung, menjemur gadung, memasak gadung, serta packing keripik gadung.

” Satu kilogram dijual Rp 32 ribu. Baik dengan cara offline atau mendatangi tempat usahanya. Pembelian, bisa juga secara online melalui akun instagram @bangikioscar https://instagram.com/bangokioscar?igshid=19yartcwfm5t0 atau menghubungi no WA 081333341570 ” ucap
Oki Ali Mustofa, saat ditemui tim jybmedia.com, Minggu (17/5).

Pria yang akrab disapa Oki juga mengaku, pesanan keripik gadungnya sampai Jakarta dan paling jauh Medan. “Tapi, karena kendala pandemi corona ini jadi terhambat untuk permintaan keripik gadung dari luar kota ” ujarnya.

Baca juga:  Senam Sehat Ala Polresta Kediri, Himbau Masyarakat Tak Perlu Kuatir Virus Corona

Oki juga mengaku, satu hal yang menjadikan keripik gadungnya diminati kalayak, karena ciri khas renyah dan gurih, serta dijamin tidak menimbukan rasa mual atau keracunan ketika dikonsumsi. Karena, dalam proses pengolahanya juga mengunakan abu kayu dan direndam dalam air untuk menghilangkan efek racun yang terkandung dalam umbi gadung.

Kendati demikian, Ia mengaku, hambatan dalam tiap usaha pasti ditemui. Sekarang, umbi gadung masa panennya hanya 1 tahun sekali dan berharap bantuan upaya promosi produk, melalui pameran atau sosial media dari pemerintah.

” Serasa sulit, apalagi selama pandemi corona saat ini. Harapanya usai bencana ini usai, ada peran pemerintah, hingga usaha yang digeluti bisa kembali bergairah dan bisa menjadi cemilan khas dari Kabupaten Kediri ” harapnya.(abi/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here