Viral di Medsos, Keranda Mayat dan Pocong Akan Dibongkar

Sempat viral, keranda mayat beserta pocong dipasang warga RT 02 / RW 02 Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Ada-ada saja, inilah yang dilakukan pengurus kampung untuk menyadarkan warga sekaligus menyetop penularan covid-19. Di Kabupaten Kediri, sebagian besar akses jalan masuk pemukiman ditutup total, tapi ada warga yang kreatif untuk mengedukasi masyarakat. Yakni, dengan menutup jalan dengan keranda mayat dan pocong serta pagar bambu.

Hal ini, sontak membuat geger media sosial ( medsos) dan mendapat tanggapan beragam warganet dalam beberapa hari ini, terutama hari pertama Idul Fitri 1441 H.

Apalagi, di portal dekat keranda mayat dan pocong bertuliskan, “Ojo rono rene. Dek omah aee, nek gak pingin numpak kene kereto jowo. (Jangan ke sana-sini, di rumah saja, kalau tidak ingin naik kereta jawa/keranda).

Diketahui, keranda mayat beserta pocong itu dipasang warga RT 02 / RW 02 Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Solikin, Ketua RT 02/RW 02, menjelaskan, pemasangan keranda mayat untuk penutupan jalan itu dimaksudkan sebagai peringatan agar masyarakat dari luar daerah tidak masuk ke gang jalan Melon untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Ini kami lakukan secara spontan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. Jadi gang ini ditutup dengan keranda disertai pocong. Tujuanya, agar masyarakat bisa saling memahami yang dari luar daerah tidak masuk. Demikian pula yang ada didalam kampung ini untuk tidak keluar kemana-mana,” kata Solikin, Senin (25/5).

Menurutnya, keranda mayat ini akan dibongkar setelah menjadi perhatian banyak orang. “Sore hari, keranda akan kami bongkar. Tapi, akses jalan tetap ditutup” imbuh Solikin.

Sekedar diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri cukup tinggi. Terhitung, per Minggu malam (24/5/2020) bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1441 H, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri merilis, ada 81 kasus positif Covid-19. (red/bud)

Baca juga:  Penderita Corona Bertambah, Komisi IX Minta Pemerintah Lebih Progresif
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here