Efektifkah Face Shield Cegah Corona?

Ilustrasi Face Shield (dok: genpi.co)

Masa pandemi COVID-19 yang belum juga mereda mengharuskan semua orang wajib mengenakan masker saat bepergian keluar rumah. Namun, baru-baru ini banyak orang yang beralih mengenakan face shield di tempat-tempat umum. Face shield atau pelindung wajah adalah penutup wajah berbahan panel plastik yang melengkung untuk menutupi seluruh wajah.

Penggunaan face shield kelihatannya terlihat lebih nyaman dan mampu melindungi wajah secara keseluruhan. Namun, apakah penggunaan face shield benar-benar lebih efektif menangkal virus corona atau justru sebaliknya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Keunggulan dari Face Shield

Bukan cuma petugas kesehatan saja yang beralih mengenakan face shield, para pekerja lain yang diharuskan untuk beraktivitas di luar rumah kini juga mengenakan pelindung yang satu ini. Menteri Kesehatan RI menyarankan beberapa lokasi untuk menggunakan face shield di ruang publik, termasuk saat menggunakan transportasi umum.
Face shield sendiri punya banyak keunggulan, seperti dapat digunakan berulang-ulang dan mudah dibersihkan dengan sabun dan cairan desinfektan. Face shield juga dapat disesuaikan untuk melekat dengan kuat di sekeliling kepala dan dahi. Namun, perlu dipahami bahwa penggunaan face shield akan lebih efektif dengan memakai masker.

Apakah Face Shield Lebih Efektif Mencegah Corona?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, masker kain hanya mampu menyaring partikel aerosol seukuran virus. Nah, face shield akan lebih mengoptimalkan pencegahan penyebaran virus jika ukurannya diperluas hingga ke bawah dagu. Selain itu, pastikan face shield yang dikenakan menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan topi pelindung wajah.

Melansir dari Medicinet, mengenai studi skala besar mengenai keefektifan face shield memang belum dilakukan. Tetapi, melalui simulasi studi yang telah dilakukan baru-baru ini, face shield terbukti mengurangi paparan virus secara langsung sebesar 96 persen ketika dipakai oleh petugas kesehatan yang disimulasikan batuk dalam jarak sejauh 18 inci.

Baca juga:  Sayur Pakcoy yang Kaya Manfaat

Studi ini, kemudian diulangi dengan mengubah jarak menjadi 6 kaki atau hampir sekitar 2 meter. Hasilnya, face shield mampu mencegah virus yang dihirup sebesar 92 persen. Meskipun terbilang efektif, penggunaan face shield masih belum direkomendasikan untuk dijadikan standar utama pencegahan COVID-19. Para peneliti tersebut menekankan, bahwa face shield seharusnya hanya menjadi salah satu bagian dari upaya pengendalian infeksi yang dilakukan bersama dengan pembatasan jarak dan mencuci tangan.

Kesimpulannya, face shield hanya sebagai pelengkap dari masker. Sampai saat ini, sebaiknya tetap selalu mengikuti anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggunakan masker. Face shield ditujukan khusus,untuk melindungi dari percikan ke mata. Selain itu, Anda juga wajib melakukan physical distancing atau berjaga jarak saat di tempat umum dan rutin mencuci tangan serta kebersihan diri.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here