Siomay Khas Sunda 212, Jadi Favorit Pencinta Kuliner di Kediri

Siomay Yolanda 212 yang berlokasi di Kelurahan Burengan, RT 2, RW 12, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – JYBMedia: Kekayaan kuliner Indonesia begitu beragam. Terlebih lagi, apabila mendapatkan perpaduan dari berbagai daerah maupun luar negeri, hingga mampu menghadirkan cita rasa kuliner yang luar biasa. Salah satu contoh, adalah persilangan makanan dari China dan Indonesia, yakni shumai atau biasa disebut dengan siomay.

Salah satu pelaku UMKM Kota Kediri yang berkembang pesat lewat usaha Siomay berlabel Yolanda 212 yang berlokasi di Kelurahan Burengan, RT 2, RW 12, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

Saat ditemui tim jybmedia, Yolanda Putri, menjelaskan, usaha yang dirintis orang tuanya sejak tahun 2004, sampai kini telah memiliki dua orang karyawan, dengan menggunakan bahan dasar ikan tenggiri. Sehingga, membuat cita rasa dari khas siomay khas tanah pasundan, menjadi ciri khas tersendiri. Terlebih lagi yang terpenting adalah halal, hingga banyak masyarakat Kediri dan sekitarnya menyempatkan untuk membeli.

” Kami juga buka cabang di depan MAN 2 Kediri serta di kantin SMK Pawyatan daha 2 Kota Kediri. Dimana, siomay sendiri mengalami akulturasi budaya di Negara Indonesia. Di negara asalnya Cina, bahan dasar isian dari siomay memakai daging babi. Sedangkan, penduduk di negara kita mayoritas Muslim maka isianya diganti dengan ikan tengiri, Udang, daging ayam, atau daging sapi serta aneka macam isian yang halal untuk disajikam kepada konsumen” ujarnya

Wanita yang akrab disapa Yolanda juga mengutarakan, selain siomay juga menyedakan makan khas sunda lainya, yakni bakso tahu goreng atau yang lebih dikenal dengan sebutan batagor. Untuk harga seporsi siomay dengan isian telur ayam, sayur kol, kentang, tahu isian serta batagor, masing masing dijual Rp 7 ribu.

” Atau mungkin bila konsumen memesan untuk dicampur antara siomay dan batagor, cukup dengan harga Rp 10 ribu. Untuk harga yang relatif sangat murah ini merupakan strategi bisnis, agar makanan khas sunda bisa dinikmati masyarakat kediri, dengan tidak mengurangi cita rasa maupun bahan yang digunakan” urainya.

Baca juga:  Lelaki Dengan Keterbatasan Sukses Jadi Pengusaha Miniatur Perahu

Bahkan, kata Yolanda, siomay atau batagor olahanya bisa bertahan selama 2 hari apabila disimpan dalam mesin pendingin. Sehingga, cocok bila disajikan sewaktu waktu atau pada saat liburan bersama kelurga dan acara hajatan.
Meski, di tengah pandemi usaha yang digeluti mengalami imbas penurunan signifikan, karena jumlah konsumen utama adalah para siswa siswi sedang libur.

” Ya, harapan besar kepada pemerintah untuk bisa membantu baik segi promosi, dan bantuan modal, agar usaha yang digeluti sejak 16 tahun lalu dan dirintis bersama orang tuanya, tetap bisa bertahan dan berkembang kedepanya” tutupnya.(abi/bud)

Manjakan konsumen, buka cabang di depan MAN 2 Kediri serta di kantin SMK Pawyatan daha 2 Kota Kediri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here