Puluhan Ribu Warga Terdampak Banjir di Kalsel

Ilustrasi banjir di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (dok: okezone.com)

KALSEL – JYBMedia: Setidaknya 14.891 jiwa terdampak banjir yang terjadi di dua lokasi yakni Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Hal itu sebagaimana diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Raditya Jati melalui keterangan kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

“Meluapnya sungai kintap tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Tanah Laut sejak Selasa (1/9/2020) hingga Rabu (2/9/2020), yang kemudian memicu banjir pada Kamis (3/9/2020),” ucap Raditya.

Banjir tersebut merendam sedikitnya 783 unit rumah dengan tinggi muka air (TMA) 100-150 sentimeter di enam desa di Kecamatan Kintap. Adapun keenam desa tersebut meliputi Desa Kintapura, Desa Kintap, Desa Kintap Kecil, Desa Riam Adungan, Desa Salaman dan Desa Pasir Putih.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tanah Laut telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta melibatkan tim gabungan guna melakukan evakuasi korban, evakuasi barang milik korban dan menditribusikan bantuan logistik kepada korban terdampak,” ungkapnya.

Kondisi terkini dilaporkan, banjir tersebut berangsur-angsur surut dengan hingga tersisa ketinggian 50 sentimeter.

“Hingga siaran pers ini diterbitkan, tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa atas bencana banjir tersebut,” tegas Raditya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan prakiraan cuaca bahwa hujan disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga Sabtu (5/9/2020).

Adapun wilayah tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Papua Barat.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (sam/smsi/red)

Baca juga:  Tarif Rapid Test di Pelabuhan Simboro Turun Drastis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here