Kisah Pengamen Jalanan Mampu Berangkat Haji dengan Ibunya

Hasil kerja keras, Slamet Effendy dan Ibunya mendaftarkan diri untuk beribadah haji ke Arab Saudi (dok: indozone.id)

PROBOLINGGO – JYBMedia: Menjadi inspirasi, akan sosok seorang pengamen jalanan asal Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bernama Slamet Effendy (30), mendaftarkan diri untuk beribadah haji ke Arab Saudi. Uang untuk mendaftar, merupakan hasil tabungannya selama 10 tahun.

Tak cuma dirinya sendiri, Slamet juga mendaftarkan ibunya, Atmina (57). Mereka berdua, akan berangkat bersama.

Slamet merupakan putra semata wayang Atmina. Dia memang tak tamat SD, namun kegigihannya dalam mencari uang tak dapat dipandang sebelah mata. Dia jauh lebih gigih dibanding lelaki lajang kebanyakan

Dalam sehari, penghasilan mengamen Slamet tidak bisa dibilang banyak. Terkadang dia bisa mendapatkan Rp70 ribu dalam sehari, tapi tak jarang dia cuma dapat Rp30 ribu.

Namun begitupun, penghasilan tak seberapa itu masih bisa disisihkannya untuk ditabung. Dia dan ibunya tak pernah berlebihan dalam makan. Mereka makan seadanya, paling sering nasi lauk kerupuk atau tempe goreng, sebagaimana orang Jawa pada umumnya.

“Saya memang sudah berniat naik haji sejak remaja. Saya bertekad menaikkan haji ibu saya,” kata Slamet, belum lama ini.

Slamet putus sekolah, karena memang orang tuanya tak mampu membiayainya. Apalagi, sang ayah sudah meninggal dunia sejak kecil.

Kini mereka tinggal di rumah sederhana yang dicat hijau di Dusun Krajan, RT3/RW3, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sejak kecil, Slamet sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan. Dia membantu ibunya yang bekerja sebagai tukang urut, dengan penghasilan yang tak menentu.

“Kadang kalau ada yang mau urut, ya ada (uang), kalau tidak ada ya, tidak ada,” imbuh Slamet.

Yuyun Wahyuni, tetangga Slamet, mengatakan, kalau Slamet memang sosok yang rajin dan saleh. Dia selalu membantu tetangga ketika hajatan atau ketika membutuhkan pertolongan. Dan dia juga rajin salat ke masjid.

Baca juga:  Siswa SMPN 2 Pare, Torehkan Prestasi di Cabor Renang

“Kalau membantu tidak pernah berharap imbalan. Tapi kami tetangganya tidak mungkin tidak memberi. Ya, sekadarnya,” kata Yuyun.(*)

sumber : IndozoneID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here