Wow! Ini Biaya Rapid Test di Pelabuhan Harbour Bay saat Disidak

Ilustrasi Pelabuhan Harbour Bay, Batam (dok: jejakpiknik.com)

BATAM – JYBMedia: Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam memonopoli sistem rapid test untuk para Anak Buah kapal dan TKI yang ada di pelabuhan batuampar, Batam. Kantor pelabuhan ini malah tidak mengakui rapid tes dari tempat lain. Saat umumnya rapid test hanya berbiaya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, pemeriksaan rapid test di pelabuhan ini tarifnya sampai Rp450 ribu. Modusnya, klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan menerapkan aturan pembayarannya dilakukan di koperasi di pelabuhan tersebut.

Hal ini terungkap saat Komisi I DPRD Kepri melakukan sidak di pelabuhan Batuampar, Jumat (18/9/2020). Rombongan sidak menemukan ada praktik monopoli pemeriksaan rapid test.

Anggota DPRD dari Komisi I Provinsi Kepri ini terkejut saat meninjau kantor pelayanan di Imigrasi Kelas I tempat pemeriksaan Imigrasi (TPI) Khusus Batam, di Pelabuhan Harbour Bay.

“Awalnya kita menerima laporan kalau disini ada biaya Rp450 ribu yang dibebankan kepada yang rapid test,” kata anggota Komisi I DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging.

Uba sendiri tiba di lokasi bersama rekannya yang lain dari Komisi I DPRD Kepri, seperti Boby Jayanto, Taba Iskandar, Afrizal Dahlan dan lainnya. Saat mereka tiba, ditemukan banyak yang melakukan pengurusan rapid test untuk perjalanan keluar.

“Saat ada yang ingin memilih memeriksa kesehatan dari klinik lain, justru tidak diperbolehkan petugas di sini. Ada perintah agen dan tekanan. Pekerja migran Indonesia (PMI) juga ada yang mengalami kondisi yang sama,” cetus Uba.

Menurut Uba, ini cara yang aneh karena dari pelabuhan sini untuk bisa berlayar hanya boleh rapid test di KKP dDan tidak bisa dari tempat lain.

Meski tarif rapid test di KKP ini mahal, namun terjadi antean panjang lantaran ada kebijakan yang menerapkan praktik monopoli.

Baca juga:  Angka Kesembuhan Covid-19 Capai 80.952 Kasus

“Apakah hanya KKP Batuampar yang bisa? Kenapa harus di KKP? Siapa yang mengharuskan kesana? Itu pertanyaan kita. Itu monopoli,” tegas Uba.

Dari pembicaraan mereka dengan warga yang mengurus rapid test untuk berlayar, diketahui jika mereka diarahkan jasa pelayaran di Batuampar ke KKP. Arahan ke KKP itu juga sesuai dengan permintaan pihak Imigrasi.

“Ternyata pihak Imigrasi yang mengharuskan jasa pelayaran hingag semua pemeriksaan rapid test dilakukan di KKP. Jadi intruksi dari Imigrasi,” ungkap Uba seperti dikutip luarbiasa.id grub siberindo.co jaringan jybmedia.com

Kondisi itu membuat klinik KKP ramai dan tidak memadai. Bahkan ditemukan, ada petugas tidak memenuhi protokol kesehatan, karena tidak menggunakan masker.

“Soal biaya, KKP mengatakan hanya mengutip Rp200 ribu. Itu juga mereka tidak mengutip langsung. Tapi dikutip koperasi. Kenapa koperasi? Padahal calon penumpang mengaku membayar Rp450 ribu,” ujar Uba.

Kondisi ini dinilai selain monopoli, juga membuat anak buah kapal (ABK) terbebani. Terutama ABK yang berlayar ke Singapura dan Malaysia.

“ABK itu memiliki gaji yang tidak besar. Berbeda dengan ABK kapal antar benua, seperti kapal tanker. Kalau ABK kapal tanker tentu ini tidak memberatkan karena gajinya besar. Tapi yang lintas Singapura dan Malaysia, mereka mesti rapid dua sampai tiga kali sebulan,” imbuhnya.

Karena adanya temuan itu, pihak Komisi Komisi I meminta agar melakukan prosedur yang benar. Kemudian biaya rapid tes tidak boleh dipungut diatas ketentuan pemerintah pusat, maksimal Rp150 ribu. Kemudian ditegaskan, hasil rapid test di rumah sakit atau laboratorium lain mesti boleh diterima.

“Lakukan prosedur yang benar. Jangan paksakan harus rapid test di KKP. Petugas saja tidak pakai masker, gimana mau bebas Covid-19 di situ,” cetusnya.

Baca juga:  Ramai di Medsos, Mobil Dinas RI 2 Diisi Bahan Bakar dengan Jeriken

“Di Mukakuning ramai positif Covid-19 sekarang, apakah itu dari orang lokal. Atau karena dari ekspatriat? Kalau melihat dari kondisi pemeriksaan di pelabuhan tadi, bisa jadi itu karena lemahnya penerapan protokoler kesehatan di pintu masuk,” imbuhnya.(mbb/arll/sib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here