Belasan Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir

Kapuas Hulu Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. (FOTO : BPBD Kalbar)

KAPUAS HULU – JYBMedia: Setidaknya 11 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat terendam banjir akibat sungai-sungai yang ada meluap dan membanjiri permukiman warga. Kini, Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan wilayahnya menjadi status tanggap darurat selama 14 hari, karena kondisi banjir semakin mengkhawatirkan. Status Tanggap darurat tersebut, sejak 14 hingga 27 September 2020 mendatang.

Pemerintah daerah setempat telah melakukan kaji cepat di lapangan. Selama tujuh hari ke depan, beberapa kebutuhan yang diperlukan warga terdampak mencakup kebutuhan dasar, khususnya pangan akan disediakan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB di lapangan memonitor kebutuhan mendesak lainnya seperti suplai air bersih. Sampai saat ini, suplai air dari PDAM di Kapuas Hulu belum mengalir dan masih dalam proses perbaikan.

Seperti dilansir di laman BPBD, tim TRC melaporkan, bahwa bantuan logistik permakanan baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan dunia usaha akan segera disalurkan kepada warga terdampak.

Sebagian masyarakat yang terdampak mengungsi ke tempat keluarga atau pun ke tempat rumah ibadah yang lokasinya lebih tinggi. Sedangkan sebagian lain, mereka yang tinggal di ibu kota kabupaten sudah Kembali ke tempat masing-masing. Kondisi secara umum pascabanjir sudah kembali pulih.

Sementara ini, lokasi terdampak banjir teridentifikasi di 11 kecamatan. Kesebelas kecamatan tersebut yakni Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Bika, Kalis, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimabu, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir. Tidak ada korban jiwa akibat banjir yang sudah sepekan terjadi.

Sebelumnya, banjir dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kalimantan Barat pada Minggu lalu (13/9) hingga membuat sungai-sungai yang ada meluap.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, sampai Senin (21/9/2020), wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. Hujan lebat tersebut dapat disertai kilat dan angin kencang. BMKG tidak hanya memprakirakan wilayah Kalimantan Barat dengan potensi cuaca tersebut.

Baca juga:  Face Shield Tanpa Masker, Kurang Maksimal

“Tercatat prakiraan pada 21 September 2020, BMKG mencatat wilayah provinsi dengan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yakni Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua,” bunyi rilis BNPB menyampaikan kajian BMKG.

BMKG memprakirakan wilayah dengan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yakni Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor maupan angin kencang di wilayah dengan potensi hujan dengan intensitas tinggi. Identifikasi kondisi wilayah Anda dari potensi bahaya tersebut. (*/arl/sib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here