Bayi Baru Lahir akan Diusulkan Bisa Mendaftar Haji

Kegiatan Desiminasi terkait Pembatalan Haji dan Umroh di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/10).

BLITAR – JYBMedia: Dalam rangka memberikan hak yang sama antara jamaah haji, baik kategori mampu maupun tidak mampu dan menyikapi lamanya daftar tunggu pemberangkatan haji selama 31 tahun, seperti di Provinsi Jawa Timur, Komisi VIII DPR RI akan mengusulkan, bahwa seorang bayi yang baru lahir dan telah mendapatkan identitas diri seperti akta kelahiran dan kartu keluarga, bisa mendaftarkanya sebagai calon Jamaah Haji.

Hal itu, seperti diungkapkan Nurhadi, Anggota DPR RI Komisi VIII. Politisi Partai Nasdem ini akan mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Menurutnya, selama ini pemerintah memberikan informasi kurang komplit kepada masyarakat khususnya calon Jamaah Haji. Dimana, sebetulnya total biaya pemberangkatan Haji di Indonesia sekitar Rp 69 juta, berdasarkan dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dari hasil nilai manfaat ketika calon Jamaah Haji melakukan pendaftaran awal sebesar Rp 25 juta per orang.

” Setelah terkumpul hingga mencapai angka triliyunan, maka masyarakat yang akan menunaikan ibadah Haji, cukup membayar biaya Rp 35,3 juta. Sehingga, nilai kemanfaatan tadi dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk subsidi sebesar Rp 33 juta. Dan,masyarakat yang melakukan pendaftaran pemberangkatan haji sebesar Rp 25 juta, maka uangnya menghasilkan nilai manfaat setiap tahunya” ujar Anggota DPR RI Komisi VIII, Nurhadi, S.Pd, dalam kegiatan Desiminasi terkait Pembatalan Haji dan Umroh di Kabupaten Blitar, Jumat (16/10).

Politisi Fraksi NasDem Dapil VI Jatim yang identik mengenakan ikat kepala ini juga menambahkan, dari kebijakan tersebut, secara tidak langsung menguntungkan calon Jamaah Haji yang secara ekonomi bisa dikatakan mampu.

” Sebaliknya, bagi masyarakat yang berusaha bertahun-tahun menabung untuk berangkat haji dirasa tidak berpihak. Maka, kami di Komisi VIII DPR RI berinisiatif, akan merevisi kembali aturan tersebut. Selain itu, juga tentang batasan tahun pemberangkatan Haji, serta batasan batas usia bagi pendaftar Haji” pungkasnya.(abi/bud)

Baca juga:  Wakil Rakyat Sambut Baik, Arab Saudi Kembali Membuka Umrah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here