KH. Fuad Mun’im Wafat, PWNU Jatim Serukan Salat Ghaib dan Tahlil

(dok/wartatransparansi)

SURABAYA – JYBMedia: Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Ulama kharismatik, Romo KH. Fuad Mun’im bin Ahmad Djazuli Ustman, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (17/10/2020), wafat, di RS Darmo, Surabaya.

Meninggalnya Almaghfurullah Mbah Mun’im, tentu membuat keluarga besar Ponpes Al Falah Ploso berduka, termasuk umat merasa kehilangan ulama panutan. Bahkan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, menyerukan salat ghaib dan melakukan tahlil untuk bersama-sama mendoakan salah satu mustasyar PBNU.

Seruan dari PWNU tersebut, ditandatangani oleh Rais KH. Anwar Mashuri, Katib Drs. KH. Syafruddin Syarif, Ketua Tanfidziyah Drs. KH. Marzuki Mustamar, MAg, dan Sekretaris PWNU Prof. Akh. Muzakki, Grand Dip SEA, Mag, MPhil, PhD.

“Kita telah kehilangan ulama berpengaruh dan begitu tulus dalam membentengi umat untuk selalu cinta dengan ajaran agama. Sangat wajar, kalau warga nahdliyin merasa kehilangan beliau di akhir bulan Shafar (29 Shafar 1442),” kata Prof. Muzakki.

Kepastian wafatnya almaghfurullah Kiai Fuad disampaikan sejumlah kalangan baik di grup WhatsApp (WA) dan media sosial. Kabar juga disampaikan sejumlah alumni dari berbagai daerah.

Menurut pihak keluarga, almarhum sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Darmo, Surabaya. Akan tetapi pada pukul sekitar 03.15 WIB meninggal dunia.

Kiai yang merupakan adik kandung dari KH Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek tersebut, dikenal sebagai pengampu sejumlah kitab rujukan di Pesantren Ploso.

Beberapa alumni pesantren setempat memberikan kesaksian terkait kealiman dan dedikasi almaghfurlah, KH Fuad Mun’im Djazuli.

“Kepada beliau saya sering ngaji mukaddimah Fathul Qarib,” kata Ustadz Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur di akun Facebooknya.

Demikian pula alumni Pesantren Ploso lainnya, Ahmad Karomi yang kini menjadi Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wa-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur berharap ziyadah doa untuk almarhum.

Baca juga:  KPU Kabupaten Kediri Gelar Pelantikan PPS Secara Virtual

“Ya Allah, romo Kiai Fuad Mun’im Djazuli Ploso Kediri kapundut. Nyuwun shalat ghaib lan doa fatihah kagem beliau. Ighfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu,” kata Ahmad Karomi.

Rois Syuriyah PCNU Sidoarjo KH. Ahmad Rofiq Siroj, juga merasa kehilangan salah satu guru yang begitu telaten mengajari santrinya.

“Mudah-mudahan pertolongan dan maunah Allah tetap mengayomi umat Islam, khususnya warga Nahdliyin,” ucap alumni ponpes Al Falah ini. (mat/ jtm1/sib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here