Nelayan Muara Binuangeun Keluhkan Tangkapan Ikan Turun Drastis

(ist)

LEBAK – JYBMedia: Beberapa pekan ini nelayan kecil Muara Binuangeun mengeluhkan akan hasil tangkapan yang menurun drastis. Pemicunya, bukan faktor angin kencang atau gelombang tinggi, melainkan air laut yang keruh dan bercampur debit air sungai yang tinggi.

Hal ini dirasakan nelayan kategori kecil, di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Diketahui, nelayan kecil hanya menggunakan perahu kincang yang hanya bisa mencari ikan dengan jarak tempuh tidak seberapa jauh.

Dikatakan Jakaria (45) selaku nelayan kecil warga Kampung Karang Malang, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, dirinya merasakan penghasilan dari melautnya itu menurun drastis sejak beberapa pekan ini.

“Kami nelayan kecil yang selalu melaut dengan menggunakan perahu kincang.Kalau melaut, terkadang dua atau empat orang.Bahan bakar yang kami gunakan, bahan bakar pertalite dicampur oli. Untuk sekali berangkat, bahan bakar harus mengisi Rp 200 ribu, ditambah pengeluaran lainya, hingga total pengeluaran Rp 300 ribu,” ucapnya.

Untuk itu Jakaria berharap, agar cuaca kembali normal kembali dan penghasilan dari melautnya pun bisa bertambah.

“Kami berharap cuaca bagus, air laut tidak keruh lagi, hingga kami bisa melaut dengan hasil yang memuaskan,” pungkasnya seperti dikutip Bungasbanten.id grup Siberindo.co, jaringan jybmedia.com, Minggu (25/10).

Terpisah, Eris seorang nelayan lainya asal Kampung Karang Malang, Desa Muara Kecamatan Wanasalam, juga mengatakan yang sama.

“Penghasilan dari tangkap ikan menurun, karena air laut yang keruh, hingga jaring pun penuh lumpur,” ucapnya. (uze/sib/red)

Baca juga:  Langgar Netralitas, Empat ASN Diperiksa Bawaslu Lingga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here