Keripik Pisang Ala Cisampang Menuai Berkah di Masa Pandemi

Mulai berkembang, keripik pisang yang diproduksi oleh Usaha mikro kecil (UMKM) yang digagas Mela, istri dari Kepala Desa Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak.(dok/yud)

LEBAK – JYBMedia: Kabupaten Lebak merupakan daerah agraris, dengan berbagai macam jenis tanaman bisa tumbuh subur di wilayah yang berbatasan langsung dengan beberapa kota, seperti Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan juga Tangerang.

Di antara tanaman yang tumbuh subur tersebut, jenis tanaman buah pisang paling melimpah di antara tanaman buah lainnya, sehingga menjadi bahan komoditi penganan bagi warga masyarakat yang memiliki nilai ekonomis. Dari pisang tersebut bisa diolah berbagai makanan cemilan seperti dijadikan keripik pisang.

Di masa Pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang kesulitan dalam sisi ekonomi, di mana hampir segala jenis usaha mengalami penurunan omzet. Kendati demikian, memproduksi keripik pisang dapat menjadi pilihan usaha dari warga masyarakat. Selain bahan yang melimpah, juga mudah dalam hal pembuatan, juga dari sisi pemasaran pun tidak sulit. Selain itu, keripik pisang sangat digemari.

Seperti keripik pisang yang diproduksi oleh Usaha mikro kecil (UMKM) yang digagas Mela, istri dari Kepala Desa Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak. Bersama warga, ia berhasil mengembangkan keripik pisang dengan berbagai varian rasa.

“Produksi pisang ini bertujuan untuk memberdayakan warga masyarakat Cisampang agar memiliki penghasilan tambahan. Sebab, di desa kami ini cukup melimpah buah pisang sebagai bahan untuk membuat keripik. Apalagi disaat pandemi Covid-19 tentunya bisa membantu perekonomian warga, cukup banyak ibu-ibu warga Cisampang yang ikut memproduksi keripik pisang ini,” kata Mela dikutip dari koranbanten grup Siberindo.co, jaringan jybmedia.com, Jumat (13/11).

Untuk masalah rasa, kata Mela, keripik pisang yang diproduksinya ada berbagai varian.

“ Ada rasa manis coklat, strawbery, pedas manis, jagung bakar, dan rasa balado ayam, lada hitam, dan gerenti dan orisinil,”ungkapnya.

Baca juga:  Konveksi Yurbyl Mubarok, Budayakan Wanita Muslim Tampil Santun dan Kekinian

Ia menguraikan, selama proses produksi Keripik, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai Masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Menurut Mela, usaha yang dikembangkannya ini baru berjalan kurang lebih sebulan, namun sudah dipasarkan dan pemasarannya dari warung-warung lokal hingga luar desa, seperti ke Pasar Picung dan Jalupang.

“Harganya bervariasi, mulai Rp. 2 ribu per bungkus hingga Rp 25 ribu. Sementara ini, kita pusatkan di Kampung Cisoka, RT02/RW01, Desa Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana,”katanya.

Mela berharap, jangkauan pemasaran usaha milliknya akan semakin luas, sehingga dapat ikut mendongkrak perekonomian warga.

Namun demikian, Mela mengaku, pihaknya saat ini masih terkendala permodalan.

”Saat ini kami terkendala modal, sehingga jumlah pengirimannya masih terbatas,” tutupnya

Ditemui terpisah, Kades Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana, Maman, mengungkapkan, adanya kegiatan produksi kripik pisang renyah yang dikelola para ibu di wilayahnya ini semoga dapat membantu perekonomian keluarga.

“Selain itu semoga bermanfaat juga bagi para petani pisang, sehingga roda perekonomian para petani, khususnya yang ada di Desa Cisampang ikut terdongkrak. Harapan kami, semoga usaha keripik pisang renyah ini semakin maju,” harap kades.

Berbeda yang dialami oleh salah seorang pembuat kue kering di Kecamata Sajira, selama masa Pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan pesanan.

“Sebelum Covid-19 pesanan makanan kering lumayan banyak, dari satu minggu bisa mencapai 50 toples, namun setelah corona ini paling satu bulan pesanan paling 10 toples, sangat jauh penurunannya,”kata Laela Rosita, pembuat kue kering.

Dengan kondisi tersebut, Lalela harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan.

”Sekarang saya membuat bolu hingga kue ulang tahun. Itupun pemesannya secara daring antar teman saja,”ujarnya.

Kendati demikian, Laela bersama penjual kue lainnya berharap, pandemi Covid-19 dapat segera berlalu, agar usaha yang dirintisnya dapat normal kembali dan mengalami peningkatan omzet. (yud/sib/red)

Baca juga:  Jualan Pastel dan Amris, Mantan CS Mall di Kediri Raih Kesuksesan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here