Masa Pandemi, BPJS Kediri Sosialisasikan Batas Akhir Relaksasi Iuran

" Ngobrolin JKN-KIS" saat berlangsung di salah satu hotel wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI- JYBMedia: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KC Kediri, mensosialisasikan batas akhir pendaftaran untuk masyarakat yang mengajukan Relaksasi Iuran. Hal tersebut dilakukan pada masa Pandemi Covid-19.

“Masih ada satu bulan untuk Daftar Relaksasi Iuran,” kata PPS Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri, Ulan Nahdhiyah pada “Ngobrolin JKN-KIS”, di Kediri, Rabu sore (18/11) di salah satu hotel wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Menurut Ulan, program Relaksasi Iuran JKN-KIS telah dimanfaatkan sekitar 616 keluarga yang menunggak iuran JKN-KIS di wilayah Kediri. Kesempatan untuk mendaftarkan diri dalam program ini pun masih dibuka hingga akhir tahun 2020.

“Tunggakan yang berhasil direlaksasi mencapai Rp 238 juta dari 700 pendaftar. Dari hasil evaluasi program ini dirasa sangat membantu masyarakat yang kesulitan melunasi tunggakan saat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Ulan.

Lebih lanjut, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, Pemerintah menetapkan kebijakan keringanan iuran JKN-KIS kepada peserta yang menunggak. Lewat Relaksasi Iuran, Peserta yang menunggak lebih dari enam bulan dapat mengaktifkan kembali kepesertaannya dengan membayar iuran selama enam bulan dan satu bulan berjalan saja. Lalu, sisa tunggakannya kemudian dapat dibayar dengan mencicil hingga bulan Desember tahun 2021.

“Masyarakat dapat mendaftarkan diri dalam program Relaksasi melalui kanal layanan virtual BPJS Kesehatan.Periode masih ada satu bulan lebih untuk mendaftar,” urainya.

Untuk itu, Ulan berpesan, bagi masyarakat yang hendak mengaktifkan kembali kepesertaannya diharapkan dapat segera mendaftarkan diri melalui aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) Kediri di 081-232-006-234, atau Care Center 1500-400.

Kini, selain dimanfaatkan oleh peserta yang membutuhkan layanan kesehatan segera, program Relaksasi Iuran juga kerap dimanfaatkan oleh peserta yang hendak turun kelas. Sebagaimana diketahui, kepesertaan aktif selama ini menjadi salah satu syarat perubahan data kepesertaan JKN-KIS. Oleh karena itu, tidak sedikitpeserta JKN-KIS yang mengikuti program ini untuk turun kelas.

Baca juga:  Wow! Ini Biaya Rapid Test di Pelabuhan Harbour Bay saat Disidak

“Beberapa peserta juga mengurus relaksasi untuk kemudian turun kelas. Setelah membayar relaksasi, kepesertaan aktif dan bisa turun kelas. Untuk yang menunggak dan hendak turun kelas untuk ke depannya, program ini bisa menjadi alternatif solusi. Untuk memastikan kita bebas dari resiko biaya saat sakit, pastikan bahwa JKN-KIS tetap aktif,” harap Ulan.

Sekedar diketahui, sampai saat ini, berkisar 24 ribu orang penduduk Kota Kediri telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut peserta mandiri. Jumlah tersebut, merupakan sembilan persen dari keseluruhan peserta JKN-KIS di wilayah Kota Kediri yang jumlahnya mencapai 260.877 orang.(red/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here