Dimungkinkan Tak Ada Penambahan Kuota Haji

Ilustrasi suasana di Tanah Suci Makkah (dok/republica)

MATARAM – JYBMedia: Keberangkatan jemaah calon haji (JCH) dari Indonesia pada 2020 tertunda karena adanya wabah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram menyebutkan untuk tahun 2021 mendatang, kemungkinan tidak ada penambahan kuota haji, termasuk untuk di Kota Mataram.

Kepala Kemenag Kota Mataram H Muhammad Amin mengungkapkan, jika ada penambahan kuota CJH pada tahun depan pasti ada pemberitahuan resmi dari pemenerintah pusat dalam hal ini Kemenag RI.

“Tapi kelihatannya penambahan ini kemungkinan ndak (ada),” kata dia, belum lama ini.

Apa yang dikatakan itu bukan tanpa alasan. Selain alasan pandemi Covid-19 yang belum ada kepastian akapan akan berakhir. Amin juga menyoroti soal sarana dan prasarana yang tersedia bagi jemaah haji di Arab Saudi. Terutama, soal akomodasi seperti tempat penginapan jemaah haji yang dinilainya masih terbilang terbatas.

“Kalau kita lihat dari pengalaman di tahun 2018 saya jadi petugas itu, sesak di kemah baik di Mina maupun di Arafah. Kecuali kalau nanti kemah itu mungkin lantai dua (II),” beber dia.

Tidak menutup kemungkinan juga ada pembatasan kuota haji untuk tahun depan dari Pemerintah Arab Saudi. Lagi pula kata Amin, soal pemberangkatan haji tahun 2021 mendatang belum ada kejelasan atau kepastian hingga saat ini.

“Kita menunggu informasi saja,” kata pria yang belum lama ini menjabat Kepala Kemenag Kota Mataram itu.

Amin juga mengatakan, ada tidaknya penambahan kuota haji 2021 se Indonesia hingga sekarang belum ada kejelasan. Pihaknya di daerah belum menerima informasi resmi dari pusat. Akan tetapi, lanjut Amin, kalaupun ada penambahan kuota palingan cuma sekitar 10 ribu orang seperti biasa.

Baca juga:  RDP Dengan BNPB, Nurhadi Pertanyakan Transparansi Data dan Anggaran Covid 19

“Itu pun belum jelas. Kita belum mendapatkan informasi yang pasti. Nanti kalau sudah ada kita informasikan,” cetus dia.

Terkait pendamping untuk jemaah haji lanjut usia (lansia). Amin mengatakan, tetap ada pendamping paling tidak dari keluarga jemaah haji sendiri. Namun, Kemenag di daerah tidak bisa lagi mengusulkan pendamping ke pemerintah pusat seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Melainkan sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Pendammping sudah ditentukan oleh pusat. Tidak lagi kita ngusul seperti tahun sebelumnya,” jelas Amin.

Sekadar diketahui, sekitar 741 JCH di Kota Mataram gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah di tahun 2020 karena adanya pandemi Covid-19. Akan tetapi, mereka yang gagal tahun ini akan diberangkatkan di tahun 2021 mendatang. Namun, tinggal menunggu informasi soal kepastian pemberangkatan. (zak/sib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here