Cegah Korupsi Sejak Dini dengan Pendidikan Anti Korupsi Bagi Taruna

Ilustrasi cegah korupsi (dok/sulawesion)

JYBMedia: Korupsi menjadi permasalahan krusial saat ini yang sedang dihadapi Negara dan bangsa Indonesia. Tindak pidana korupsi yang berskala kecil seperti contohnya pemberian hadiah ataupun uang pelican hingga tindak pidana korupsi berskala besar sperti penyelewengan uang anggaran Negara atau penyelewengan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang nilainya sampai triliunan rupiah.

Maraknya tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini seakan mempertegas stigma bahwa korupsi sudah menjadi bagian budaya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebagaimana data yang dilansir dari Transparansi Internasional (TI) Indonesia memiliki nilai yang rendah. Pada tahun 2010 Indonesia berada pada peringkat Negara terkorup di Asia Pasifik, dan tahun 2011 indeks persepsi korupsi Indonesia adalah 3.0 peringkat 100 dari 183 negara di dunia, (Transparansi Internasional, 2011).

Menanggapi fenomena budaya korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini perlu adanya upaya dalam memberantas korupsi baik dari segi aparat penegak hokum sampai ke pendidikan formal yang ada di lembaga pendidikan. Sebagian Negara telah memberikan pendidikan anti korupsi di lembaga pendidikan seperti sekolah dan telah menunjukkan perubahan dan hasil yang signifikan. Pada tahun 1974 Hongkong telah memulai melaksanakan pendidikan anti korupsi dan memberikan perubahan yang sangat baik pada Negara Hongkong. Apabila di tahun 1974 Hongkong merupakan Negara yang sangat korupsi dideskripsikan dengan sebuah kiasan “from the womb to tomb”, dan saat ini Hongkong merupakan salah satu Negara Asia yang memiliki nilai IPK tinggi dengan 8,3 dan menjadi Negara ke 15 terbersih dari 158 negara di dunia.

Pendidikan Anti Korupsi merupakan kurikulum progam pendidikan tentang korupsi bertujuanan untuk meningkatkan kepedulian warga Negara akan bahaya dan resiko akibat dari tindakan korupsi. Pendidikan anti korupsi memiliki target memberikan edukasi fenomena korupsi yang mencangkup kriteria, penyebab, dan akibatnya, meningkatkan sikap melawan tindakan korupsi, dan berkontribusi terhadap terwujudnya nilai nilai dan kapasitas seseorang dalam menyikapi tindakan korupsi.

Baca juga:  Syukuran Ala JYB Group

Selain itu Taruna juga akan menganalisis nilai-nilai anti korupsi dan memberikan sikap tegas menolak dan melawan segala bentuk tindak korupsi. Oleh karena itu pendidikan anti korupsi merupakan penanaman dan penguatan nilai-nilai dasar dalam mebentuk Taruna memiliki kepedulian dan sikap tegas menolak tindakan korupsi.

Berdasarkan dengan tujuan yang ingin dicapai, maka pelaksanaan pendidikan anti korupsi di Perguruan Tinggi Kedinasan perlu memperhatikan beberapa hal :

1) Pengetahuan dasar tentang Korupsi

Taruna perlu memiliki pengetahuan anti korupsi dan informasi yang memungkinkan mereka mengetahui sebanyak banyaknya tentang korupsi Oleh karena itu diskusi tentang kriteria, penyebab dan akibat dari tindakan korupsi harus disampaikan kepada Taruna. Selai itu Taruna juga mampu memberikan argument yang baik dan tegas kenapa perbuatan korupsi harus dilawan dan dianggap dapat memiliki akibat yang buruk. Mampu menganalisis sebab dan akibat dari tindakan korupsi bagi berbagai aspek lapisan masyarakat, termasuk aspek moralitas yang akan memberikan Taruna pengetahuan tentang korupsi yang lebih mendalam.
Pengembangan Sikap

Pendidikan anti korupsi bukan hanya memberikan wawasan materi semata saja kepada Taruna namun juga memberikan pendidikan tentang pengembangan sikap nyata akan karakter anti korupsi. Pengembangan sikap yang harus dimiliki Taruna adalah tindakan terhadap suatu kasus/ permasalahan yang didasarkan atas pengetahuan, reaksi afektif, kemauan dan perilaku sebelumnya akan kasus/ permasalahan tersebut. Reaksi afektif, kemauan, dan perilaku saling berhubungan dan saling bertukar, misalnya reaksi afektif di ikuti dengan perilaku yang biasa dilakukan. Oleh karena itu Taruna harus mempunyai kognisi atau wawasan yang luas dan dipahami secara benar, pada akhirnya pengetahuan itu bisa masuk ke dalam memorinya dan dapat dipergunakan sebagai landasan ketika mereka akan mebuat suatu tindakan atau keputusan terntentu.

Baca juga:  Nurali gelar Open Studio, Jejak Petualang Rupa

2) Perubahan Sikap

Setiap individu memiliki sikap dasar tentang korupsi dan untuk merubah sikap kepada sikap yang benar tentang korupsi bukanlah pekerjaan yang cepat dan mudah. Setiap Taruna memiliki pandangan masing masing, tidak sedikit Taruna yang memiliki pandangan menyeleweng akan tindakan korupsi, oleh karena itulah peran pendidikan anti korupsi sangat penting bagi Taruna untuk menjadikan Taruna memiliki karakter anti korupsi. Banyak Taruna yang menganggap bahwa tindakan menyontek tugas teman adalah hal biasa, atau telat masuk kekelas ketika jam pelajaran sudah dimulai. Dari hal hal kecil tersebutlah akan berlanjut terus ketika mereka mulai tumbuh dewasa dan bukan tidak mungkin ketika mereka sudah bekerja mereka akan melakukan tindakan yang tanpa mereka sadari itu merupakan tindakan korupsi. Menanggapi fenomena seperti ini perlu adanya pola strategi dalam merubah sikap Taruna akan bahaya dan resiko dari tindakan korupsi, membiasakan mereka sejak dini melakukan tindakan jujur dan menanamkan sikap disiplin pada kehidupan mereka sehari hari, harus melakukan banyak lagi strategi pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas demi terwujudnya Taruna yang memiliki karakter anti korupsi.

3) Pengembangan Karakter Anti Korupsi

Pendidikan anti Korupsi bukanlah sebuah aturan yang dibuat seseorang dan wajib untuk diikuti oleh orang lain. Seperti kejahatan lain tindakan, korupsi juga merupakan tindakan yang bisa menjadi pilihan antara dilakukan atau dihindari. Oleh sebab itu Pendidikan Anti Korupsi membentuk karakter Taruna sesuai dengan aturan yang tertulis maupun tidak tertulis. Untuk mewujudkan karakter anti korupsi bagi Taruna maka perlu dilakukan beberapa langkah diantaranya adalah :

Memberikan Taruna latihan untuk menentukan sebuah pilihan pada perilakunya. Para Taruna harus diberikan infromasia mengenai hak, kewajiban, dan resiko konsekuensi ata tindakan yang mereka pilih.

Baca juga:  Art Nov 2019 dan Kenduri Seni Rupa

Taruna diberikan kesempatan untuk mengembangkan pemahaman mereka dengan luas dan fleksibel, Taruna dapat berbagi, bekerjasama, dan memperoleh wawasan tak terbatas dari berbagai sumber.

Taruna mengikuti kegiatan sosial di kampus maupun di lingkungan sekitarnya. Hal ini bertujuan agar Taruna memiliki rasa tanggung jawab, memahami emosi mereka, dan menghargai orang lain, dan bersyukur atas apa yang telah mereka miliki.

Kebijakan Pendidikan Anti Korupsi harus segera dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan. Apabila dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sebagaiamana mestinya maka hal ini akan memiliki efek berkepanjangan dan mampu berkontribusi dalam upaya pencegahan korupsi di Indonsesia, seperti pengelaman dari Negara lain bahwa penanaman anti korupsi harus dimulai sejak dini. Dari pendidikan anti korupsi inilah diharapkan generasi penerus bangsa dapat membebaskan Indonesia dari kejamnya kejahatan Korupsi.(*/)

Pengirim : Nanuk Krismona Baronta
Taruna Angkatan 52 Prodi Manajemen Pemasyarakatan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com atau jyb netizen, Anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email redaksi.jybmedia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here