Sentra Bambu di Bojomangu yang Bernilai Jual Tinggi

Bambu di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi yang diolah menjadi aneka ragam kerajinan. (dok/gpswisata)

BOJONGMANGU – JYBMedia: Wilayah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, memiliki sumber daya alam unik yakni banyak ditumbuhi pohon bambu.

Ketika memasuki wilayah Bojongmangu, terlihat keindahan alam eksotis. Dimana, banyak pohon bambu yang rindang membuat suasana sejuk dan asri.

Agar bambu tersebut bisa diolah menjadi barang yang bernilai jual tinggi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan Yayasan Patriot Bambu mengadakan pelatihan pengolahan sepeda bambu.

“Kami baru mengadakan pelatihan pembuatan sepeda bambu yang diikuti para perajin bambu dari Bojongmangu,” ujar Camat Bojongmangu, Agung Suganda, seperti dilansir mimbar-rakyat.com grup siberindo.co, jaringan jybmedia.com, Minggu (22/11)

“Pohon bambu jika diolah oleh ahlinya akan memiliki harga jual tinggi. Yang penting bagaimana caranya pohon bambu bisa menjadi nilai tambah penghasilan masyarakat Bojongmangu,” terang Agung.

Sementara, Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Hj Ida Farida, berharap, para peserta yang mengikuti pelatihan kerajinan olahan bambu bisa menjadi pelopor dan bisa berbagi ilmu kepada warga lainnya.

“Kami harap semua peserta kegiatan pelatihan ini bisa berbagi ilmu kepada yang lain, sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat Bojongmangu khususnya dan juga Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Instruktur dari Yayasan Patriot Bambu, Ahmad Djaelani, mengatakan, materi pelatihan yang diberikan kepada peserta difokuskan untuk membuat sepeda dari bahan bambu, karena dinilainya lebih unik dan lebih menjual.

“Momentumnya juga tepat, karena sekarang ini sepeda sedang hit lagi di masyarakat. Makanya para peserta kita beri pelatihan membuat sepeda bambu,” kata Djaelani.

Ia menyebutkan, untuk membuat sepeda dari bambu memang perlu kesabaran dan butuh waktu agak lama, yakni sekitar tiga minggu.

“Tapi sebanding dengan nilai jualnya yang tinggi, yang bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

Baca juga:  Komisi I Minta, Klaster Secapa AD Ditangani Serius

Kepala Desa Bojongmangu, Ibut Jari, menambahkan, sejak dulu pohon bambu di desanya memang menjadi salah satu sumber penghasilan warga selain bertani.

“Tapi selama ini warga lebih suka menjual bambu langsung dari kebun, jadi nilai ekonominya tidak begitu besar,” ungkapnya. (ags/arl/sib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here