Jelang HBKN, Pasar Murah di Kota Kediri dengan Terapkan Prokes

Kepala Dinas Perindag Provinsi Jatim, Drajat Irawan, saat meninjau pameran produk IKM selama dua hari, di halaman UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim, jalan Sudanco, Kota Kediri.

KEDIRI – JYBMedia: Dalam rangka stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2020 dan Tahun Baru 2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Disperdagin Kota Kediri, menggelar pasar murah dan pameran produk IKM selama dua hari, pada hari Sabtu (5/12) dan Minggu (6/12). Acara berlangsung di halaman UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim, jalan Sudanco, Kota Kediri.
Kepala Dinas Perindag Provinsi Jatim, Drajat Irawan, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Pemprov Jatim dan rencananya akan dilakukan oleh seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Drajat menguraikan, bahwa pelaksanaan kegiatan Pasar murah dan pameran Industri Kecil Menengah (IKM) dimasa pandemi Covid 19 ini, harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes), mulai dari jaga jarak, penyediaan handsanitizer dan pemakaian masker.

Disamping itu, pasar Murah juga dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi harga, menjelang Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Dalam pelaksanaanya Pemprov Jatim menggandeng Pemkot Kediri untuk memberikan support bahan pokok. Sedangkan, Pemprov Jatim berperan menyiapkan infrastruktur serta dukungan promosi.

“Pemkot Kediri telah menyiapkan Bahan Pokok (Bapok) seperti telur, gula, beras, dan minyak yang disubsidi ongkos angkutnya, ini adalah wujud keperpihakan pemerintah dalam persiapan Natal dan Tahun Baru. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau” terangnya.

Kemudian, selain upaya Pemprov Jatim dalam stabilisasi harga, pelaksanaan Pameran Produk IKM juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi dalam masa Pandemi Covid 19.

“Beberapa waktu yang lalu terjadi pembatasan dalam penjualan produk UKM/IKM, sehingga produknya tidak bisa langsung dilihat pembeli atau buyer, untuk itu kita mempertemukan pelaku IKM dengan pembeli dalam upaya pemulihan ekonomi” ujar Drajat.

Baca juga:  Musim Penghujan, Pengusaha Sale Pisang di Lebak Mengeluh

Dirinya juga menambahkan, bahwa pasar online yang ada di Jawa Timur saat ini kian digiatkan. Saat ini, terdapat beberapa marketplace yang sudah bersinergi dengan Pemprov Jatim. Untuk kedepannya, Pemprov Jatim melalui Dinas Perindag Provinsi Jatim, kini tengah mempersiapkan aplikasi bernama Dolan Dolan (Dashboard Produk Unggulan) dan Dahan (Dashboard Bahan Pangan).

” Nantinya, aplikasi ini akan menghimpun produk unggulan dari para pelaku UKM/IKM yang ada di Jawa Timur yang akan segera dilaunching” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan pasar murah tersebut diikuti oleh 20 produk unggulan yang berasal dari para pelaku IKM yang ada di Kota Kediri, dan juga binaan dari Disperindag Jatim, Disperdagin Kediri, Kadin Kediri dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri.

Pameran berlangsung selama dua hari, terhitung mulai tanggal 5 sampai 6 Desember 2020. Tujuannya, mempertemukan antara penjual dan pembeli. Saat acara berlangsung, tetap menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, mulai dari masuk area pameran petugas sudah melakukan pengecekan suhu tubuh, menyiapkan hansanitizer, serta mewajibkan penggunaan masker. (red/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here