Ini Pesan Khusus Gus Mus Bagi Menag RI

KH Mustofa Bisri (Gus Mus) (dok/santriversitas)

SEMARANG – JYBMedia: Dua hari setelah dilantik sebagai Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas langsung “sowan” ke KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Rembang, Jawa Tengah.

Gus Mus adalah mustasyar (penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU). Ia ulama kharismatik. Ia juga dikenal sebagai penyair dan aktif di media sosial.

Ulama yang sangat dihormati ini menyampaikan pesan-pesan khusus kepada Yaqult, sebagaimana dikutip dan disiarkan NU Online:

Pesan pertama Gus Mus adalah menjaga amanah. Hindari perilaku korupsi dan kolusi.

Pesan kedua, rangkul semua pihak agar memiliki perasaan yang sama terhadap Indonesia, meskipun masyarakat memiliki latar belakang suku, bahasa, dan agama yang berbeda.

“Tidak penting latar belakangnya apa, kelompok, agama, dan ras apa. Semua kita ajak untuk bersama-sama mencintai Indonesia,” ujarnya.

Dengan mencintai Indonesia, maka cita-cita pemerintah untuk menjadikan negara ini lebih baik dan lebih maju akan lebih mudah dicapai.

Melalui laman facebook-nya, Gus Mus juga menuliskan, ia melihat banyak orang yang menyampaikan ‘Selamat’ atas diangkatnya Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menag.

Masih banyak orang kita yang menganggap jabatan menteri sebagai anugerah. Namun Yaqut tidak seperti itu.

“Dia sadar bahwa jabatan itu amanah dan tanggung jawab. Jadi aku tinggal ikut mendoakan saja semoga dia mampu melaksanakan amanah dan tanggung jawab itu sebaik-baiknya,” tulis Gus Mus.

Gus Yaqut juga akan bersilaturahmi ke banyak ulama di Jawa Tengah di antaranya ke Habib Luthfi di Pekalongan, dan Pesantren Tahfidzul Qur’an Narukan Kragan Rembang yang diasuh KH Bahaudin Nur Salim (Gus Baha).

“Kami mengadakan kunjungan dan sowan ke beliau-beliau untuk memohon nasihat dan arahan, apa yang sebaiknya kami lakukan untuk kemajuan bangsa,” ujar Menag.

Baca juga:  Dari Petani Kecil Hingga Sukses Budidaya Tanaman Anggrek

Yaqut menegaskan, Kementerian Agama bukan hanya kementerian satu agama namun merupakan kementerian semua agama.

Menurutnya, sudah saatnya mengembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan.

Hal ini diwujudkan dalam kunjungan tersebut, dengan menyapa umat Kristiani di GPIB Immanuel atau yang dikenal dengan Gereja Blenduk di Kota Lama, Semarang saat meninjau perayaan Natal. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here