Manajemen Persik Kediri Pertanyakan Kejelasan Liga 1

Presiden Klub Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih.

KEDIRI – JYBMedia: Persik Kediri masih menunggu keputusan kejelasan status Liga 1 dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Manajemen klub berjuluk Macan Putih ini meminta federasi lebih tegas. Jika ingin dilanjutkan, segera diputuskan. Begitu pula bila ingin kompetisi dihentikan, juga harus diputuskan.

Menurut Presiden Klub Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, ketidak jelasan status kompetisi seperti sekarang sangat menyulitkan klub. Terutama dalam perencanaan bisnis.

“Sebuah bisnis sepak bola tidak bisa dijalankan tanpa kepastian kelanjutan kompetisi,” tegas Hakim.

Hakim mengungkapkan, pihaknya ingin sepak bola di Indonesia dikelola lebih profesional. Apalagi sebenarnya pengelolaan sepak bola tanah air sudah mengalami proses yang panjang.

“Kita dulu masih menggunakan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) dan sekarang sudah memasuki era industri sepak bola. Seharusnya kita banyak belajar,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, salah satu yang mendukung bisnis sepak bola adalah ekosistem industri. Tanpa ekosistem yang baik seperti kepastian kompetisi, mimpi besar industri sepak bola hanyalah omong kosong.

Persik sebenarnya menyadari kegalauan PSSI dan PT LIB dengan kondisi pandemi Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah pusat baru saja menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

“Tapi, federasi dan operator liga harus memberikan kepastian juga. Jangan membiarkan klub menunggu terlalu lama,” tandasnya.

Meski klub dikelola swasta, namun mereka di bawah naungan federasi. Karenanya, Hakim menanyakan sejauh mana tanggung jawab dan rasa empati PSSI dan PT LIB dalam menyikapi kelanjutan kompetisi.(red/bud)

Baca juga:  Liverpool Setujui Kesepakatan Personal dengan Thiago

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here