Ini Alur Pemberian Vaksin Corona di Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi pemberian vaksin corona.(dok/jybmedia.com)

JYBMedia: Vaksin virus corona di Indonesia rencananya akan dilakukan pada 13 Januari 2021. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjadi orang pertama divaksinasi, yang kemudian akan dilanjutkan serentak di 34 provinsi di Indonesia. Sesuai dengan peraturan Menkes, para penerima vaksin terlebih dulu akan mendapat SMS perihal jadwal vaksinasi yang dilakukan.

Salah satu golongan yang masuk ke dalam prioritas pemberian utama vaksin virus corona adalah tim medis sebagai garda terdepan. Vaksinasi rencananya dapat dilakukan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta yang telah memenuhi syarat. Lantas, bagaimana alur pemberian vaksin corona di sejumlah fasilitas kesehatan tersebut? Ini penjelasannya.

Begini Alur Pemberian Vaksin Virus Corona
Pelayanan vaksinasi virus corona tentunya akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut meliputi:
Pengaturan ruangan;
Waktu layanan;
Jumlah peserta per sesi;
Ketersediaan tim medis.

Dalam peraturan Kemenkes, ruang pelayanan vaksinasi harus cukup luas dan memadai, dengan sirkulasi udara yang baik. Bukan itu saja, peralatan yang berada di dalamnya harus selalu dibersihkan dengan desinfektan, baik sebelum maupun sesudah vaksinasi. Meja pelayanan antar petugas medis, serta tempat duduk antrian peserta vaksinasi juga harus memenuhi syarat jarak aman, yaitu sekitar 1–2 meter.

Berikut ini alur pemberian vaksin virus corona di fasilitas kesehatan:

Meja 1, Petugas Pendaftaran atau Verifikasi
Langkah pertama dilakukan dengan memanggil peserta vaksinasi sesuai nomor urut kedatangan. Di meja 1 akan dilakukan verifikasi dengan menunjukkan nomor tiket elektronik (e-ticket) atau KTP untuk melihat tanggal vaksinasi yang telah ditentukan.

Meja 2, Petugas Kesehatan

Kemudian dilanjutkan dengan meja 2. Di meja ini, petugas melakukan sejumlah pemeriksaan guna melihat kondisi kesehatan, mengidentifikasi kondisi peserta vaksinasi, serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan fisik sederhana dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah. Hasilnya akan diinput ke aplikasi P-Care Vaksinasi. Aplikasi akan mengeluarkan hasil apakah peserta layak divaksinasi, ditunda, atau tidak diberikan.

Baca juga:  Kenali Makanan yang Bisa Atasi Disfungsi Ereksi

Meja 3, Petugas Vaksinator

Di meja 3, vaksinasi akan dilakukan. Dalam prosesnya, peserta diminta untuk duduk dalam posisi yang nyaman. Untuk vaksin yang diberikan dalam dosis ganda, petugas menuliskan tanggal dan waktu dibukanya vial vaksin dengan pulpen atau spidol pada label vial vaksin tersebut. Setelah selesai, petugas menuliskan nama peserta, nomor KTP, nama vaksin, dan nomor batch pada catatan yang akan diserahkan ke petugas pencatatan.

Meja 4, Petugas Pencatatan

Di meja 4, peserta akan memberikan catatan dari petugas meja 3, yang akan diinput ke aplikasi Pcare Vaksinasi. Kemudian, petugas akan memberikan kartu vaksinasi manual atau elektronik, serta penanda jika peserta telah melakukan vaksinasi. Kartu vaksinasi tersebut kemudian akan ditandatangani dan diberi stempel, lalu diberikan kepada peserta sebagai bukti telah menerima vaksinasi.

Sebagai langkah terakhir, petugas mempersilahkan peserta vaksinasi untuk menunggu selama 30 menit di ruang observasi. Di dalam ruangan yang sama, mereka diberikan penyuluhan tentang pencegahan virus corona melalui 3M, serta vaksinasi yang telah diberikan.

Itulah alur pemberian vaksin virus corona yang dilakukan di fasilitas kesehatan. (*/)

sumber : Hallodoc.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here