Mensos dan Kepala BNPB Mendarat di Mamuju, 34 Orang Dikabarkan Meninggal

(ist)

JAKARTA – JYBMedia: Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, bertolak ke Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021), menyusul gempa yang mengguncang Mamuju, Majene, dan sekitarnya.

Doni yang tadinya akan memantau proses evakuasi korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, pun segera mengubah rencana. Ia langsung bertolak ke Mamuju.

“Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulbar, Presiden memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju dan segera merubah rencana, berangkat ke Mamuju Sulawesi Barat,” kata Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah, Jumat (15/1/2021).

Doni Monardo telah menginstruksikan helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Total ada empat helikopter yang dikerahkan menuju lokasi gempa.

“Ada 4 helikopter BNPB dikerahkan,” ucap Egy.

Sampai Jumat sore, dikabarkan sudah 34 korban meninggal akibat gempa di Mamuju dan Majene, ribuan lainnya mengungsi.

Pusat Pengendali Operasi BNPB yang bersumber dari BPBD Majene, BPBD Polewali Mandar, BPBD Sulawesi Barat, dan BPBD Mamuju, Jumat (15/1/2021) mengabarkan pula tentang 637 orang yang cedera.

Selain itu, kurang lebih 15.000 orang mengungsi akibat gempa. Mereka tersebar di 10 titik pengungsian korban gempa.

Warga mengungsi di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, dan Desa Lakkading.

Kemudian di Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana.

Pihak BNPB menyebut, kerugian material akibat gempa di Majene antara lain, longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju mengakibatkan akses jalan terputus dan 300 unit rumah rusak.

Kemudian, sebuah Puskesmas rusak berat, Kantor Danramil Malunda rusak berat, jaringan listrik padam, dan komunikasi selular terputus-putus atau tidak stabil.

Baca juga:  Tercatat, Hampir 40 Ribu Desa Bentuk Relawan Covid-19

Gempa bumi mengguncang Majene, Sulawesi Barat lebih dari satu kali. Dimulai pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB dengan kekuatan 5,6 SR dan setelahnya terjadi dua gempa susulan lagi.

Jumat dini hari (15/1/2021) gempa dengan magnitudo 6,2 kembali mengguncang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan getaran gempa cukup kuat dirasakan selama 5-7 detik. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here