Kunjungi Industri Sagu, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Proses Produksi

Mahasiswa KKN MIT DR XI bersama karyawan saat proses penyaringan tepung sagu.

JEPARA – JYBMedia: Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) dari rumah angkatan ke-11 kelompok 06 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, melakukan kunjungan industri ke industri Sagu di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Minggu lalu (17/01).

Industri Sagu di Desa Plajan tersebut, merupakan satu-satunya sentra pembuat Sagu yang ada di Jepara. Industri sagu ini dirintis oleh Purwadi sejak 15 tahun yang lalu.

Proses pembuatan Sagu diawali dengan pemotongan batang pohon aren menjadi potongan-potongan kecil. Hal ini dilakukan, untuk memudahkan proses penggilingan. Setelah melalui proses penggilingan, sagu dipisahkan antara serat dengan patinya. Dari pati inilah sagu dihasilkan.

Selama proses produksi, mesin yang digunakan masih tergolong sederhana. Mahasiswa KKN kelompok 06 turun langsung dalam proses pembuatan mengolah sagu. Mereka, akhirnya membagi tugas. Ada yang menggiling sagu, dan memisahkan serat dan patinya. Lalu, bagian memotong batang pohon dilakukan oleh pekerja indsutri yang profesional.

Hal terpenting dalam pembuatan sagu adalah jumlah air. Air yang digunakan selama proses pembuatan sagu berasal dari mata air langsung.

“Air yang digunakan disini langsung dari mata air, karena jika menggunakan air dari PDAM maka akan rugi” ujar Pak Purwadi, pemilik industri sagu di Desa Plajan, saat ditemui di lokasi.

Industri sagu memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat Desa Plajan, karena sagu merupakan salah satu mata pencaharian bagi masyarakat di Desa Plajan. Sagu yang diproduksi terbuat dari serat pohon aren.

Salah satu mahasiswa KKN kelompok 06, Farika berharap, untuk kedepannya bahan baku bisa mudah didapatkan.

“Harapan saya, bahan baku utama untuk membuat sagu tetap mudah untuk didapatkan agar produksi sagu tetap berjalan lancar” tutur Farika, Mahasiswa KKN MIT DR XI UIN Walisongo, Kamis (21/1).

Baca juga:  Rupa-Rupa Bahagia, Banyak Bentuknya

Untuk diketahui, pohon aren merupakan salah satu pohon yang memiliki segudang manfaat mulai dari daun, batang, buah dan serabutnya. Namun kenyataannya, saat ini pohon aren sudah jarang ditemukan di desa Plajan. Karena, sulitnya menanam pohon tersebut. Meskipun pandemi COVID-19, proses produksi Sagu tetap berjalan seperti biasa, hingga tidak mempengaruhi harga jual Sagu tersebut.

Dan, Sagu yang dihasilkan dari home industri diperjual belikan dalam bentuk basah. Sagu basah dijual ke pengepul yang berada di pasar Pencangaan dan Pasar Bangsri.

Mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo kelompok 06 berharap, semoga industri sagu tetap berjalan meskipun dalam masa pandemi. Pohon aren yang digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan sagu juga mudah didapatkan. (*/)

Pengirim dan Penulis : Mustika Wulandari, Mahasiswa KKN MIT DR UIN Walisongo Semarang.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com atau jyb netizen, Anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email ; redaksi.jybmedia@gmail.com

Mustika Wulandari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here