Semburan Awan Panas dan Guguran Lava Pijar Merapi Meningkat

Ilustrasi Gunung Merapi (dok/seputarmerapi)

YOGYAKARTA – JYBMedia: Erupsi Gunung Merapi berupa semburan awan panas dan guguran lava pijar terus meningkat. Masyarakat diminta selalu waspada.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat, Rabu (20/1/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, semburan awan panas terjadi tiga kali pada pukul 00.59, 05.12, dan 05.35 WIB.

Luncuran awan panas terpantau menuju arah barat daya dengan jarak 700 hingga 1.200 meter.

Akun resmi BPPTKG di twitter, Rabu (20/1/2021) memerinci hasil pengamatan atas Merapi pada rentang waktu pukul 12.00-18.00 WIB.

Pada pukul 14.07 WIB terjadi awan panas guguran selama 192 detik. Jarak luncur diperkirakan 1000 m, cuaca mendung.

Dua puluh menit kemudian, terjadi lagi guguran selama 117 detik dengan jarak luncur sekitar 1500 meter. Angin bertiup ke utara.

Pada pukul 14.58 terjadi lagi guguran, diikuti guguran selanjutnya pada pukul 15.26 WIB dalam durasi 96 detik. Jarak luncur keduanya tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

Guguran demi guguran terus berlangsung, sampai menjelang pukul 18.00. Sebagian tidak teramati penuh karena tertutup mendung.

Pihak BPPTKG menyampaikan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Wilayah itu mencakup sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam laporannya Rabu (20/1/2021) mengatakan, setidaknya terdata 47 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke Barat daya.

Hanik mengingatkan, Merapi yabg telah memasuki fase erupsi efusif sejak 4 Januari 2021, kini sudah masuk fase magma keluar secara pelan-pelan atau lelehan.

Baca juga:  Komplotan Pemalsu Surat Rapid Test Dibongkar

Hal itu terjadi karena konten gas-nya kecil. Luncuran awan panas terjauh dari erupsi saat ini terjadi pada 19 Januari 2021, dengan jarak 1.800 meter. (*/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here