Rampung Akhir 2021, Nabire akan Miliki Bandara Baru

( dok/papuaposnabire.com)

NABIRE – JYBMedia: Bandara Nabire Baru yang dibangun di Karadiri Kabupaten Nabire, akan rampung dibangun pada akhir tahun 2021 mendatang. Demikian dikutip papuaposnabire.com grup Siberindo.com, jaringan jybmedia.com, Jumat (22/1)

Pembangunan tahap I ini akan menyelesaikan pembangunan sisi udara yakni landasan pacu sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter dan juga sisi darat yakni apron dengan ukuran 600X100 meter, sedangkan taxiway A ukuran 165×23 meter, dan taxiway B dengan ukuran 165×23 meter.

Data yang didapat media ini, pembangunan sisi udara dialokasikan anggaran sekitar 442an milyar rupiah.

Sementara, pembangunan untuk sisi darat dialokasikan anggaran sekitar 190an milyar rupiah.

Ratusan milyar rupiah dana yang digunakan untuk membangun bandara baru di Kabupaten Nabire ini bersumber dari pemerintah pusat (APBN, red).

Dengan panjang landasan pacu 1.600 meter ini baru bisa didarati oleh pesawat jenis ATR, dengan kapasitas muatan penuh

Sementara, untuk bisa didarati oleh pesawat berbadan besar seperti pesawat jenis boeing, masih harus menunggu pembangunan tahap selanjutnya, untuk perpanjangan landasan pacu di bandara itu.

Pantauan media ini di lokasi pembangunan Bandara Karadiri, terlihat puluhan truk hilir mudik keluar masuk lokasi pembangunan bandara baru.

Truk-truk ini tengah mengangkut tanah timbunan yang diambil dari bukit di sekitar lokasi pembangunan.

Pembangunan landasan pacu dikerjakan dengan sistim kerjasama operasi (KSO) dua perusahaan yakni oleh Nindya dan Modern.

Senin (18/1) sore, sejumlah pejabat turun memantau lokasi pembangunan bandara baru ini. Hadir Bupati Nabire, Isaias Douw, didampingi Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, Ketua Bappeda Nabire, Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Kabandara Nabire, dan sejumlah pejabat lain.

Saat melakukan peninjauan, Bupati Isaias Douw mengatakan, pada masa kepemimpinannya ada 14 program prioritas.

Baca juga:  Penataan PKL Gor Jayabaya Semrawut dan Masih Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Tiga diantaranya adalah di bidang perhubungan. Pembangunan Bandara di Karadiri ini merupakan salah satu dari tiga program prioritas di bidang perhubungan di masa kepemimpinannya.

Di sisi lain ada juga program pengembangan pelabuhan penumpang dan pelabuhan kontainer.

Dijelaskan bupati, dalam kepemimpinannya selama 10 tahun, negara setidaknya telah mengeluarkan Rp 145-an milyar rupiah untuk pembangunan bandara baru ini.

Dana yang dikeluarkan oleh Pemkab Nabire dari sumber APBD itu, digunakan untuk pembangunan bandara baru, sebelum ada kucuran dana dari pemerintah pusat.

Bandara baru ini awalnya dibangun dengan menggunakan APBD Nabire, mulai dari penyiapan lahan, pembebasan lahan, penimbunan, serta penyiapan dokumen.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp145 milyar.

Kemudian, dilanjutkan dengan proses lobi kepada kementerian perhubungan dan Bappenas baik lisan maupun tertulis.

Presiden Jokowi dan Kepala Bappenas pernah turun meninjau.

Presiden langsung respons dan perintahkan kepada Kepala Bappenas dan Menteri Perhubungan agar Bandara Nabire menjadi asset Nasional dan harus diselesaikan.

Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Alpius Douw, proses pembangunan bandar udara ini memakan waktu hamppir 10 tahun.

Sehingga, selanjutnya akan diselesaikan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2021.

Untuk tahun ini yang dikerjakan adalah runway sepanjang 1,6 KM, sisi darat bandara dan fasilitas penunjang lainnya termasuk jalan masuk ke bandara.

“Maka masih ada sisa 1 KM yang akan terus kami koordinasi dengan pusat hingga 2022 nanti.

“Jadi untuk tahap pertama akan didarati oleh pesawat ATR, selanjutnya kalau sudah rampung keseluruhannya untuk 2,5 Kilometer maka tentunya akan turun juga pesawat berbadan besar,” tambah Alpius Douw. (ros/sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here