Eksistensi Wisata Akar Seribu Ditengah Pandemi Covid-19

Gerbang Masuk wisata Akar Seribu

JYBMedia: Mahasiswa kelompok 6 KKN MIT XI DR UIN Walisongo Semarang, melakukan kunjungan wisata ke Akar Seribu.

Kunjungan tersebut, bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap Wisata Akar Seribu. Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan, khususnya pada bidang pariwisata. Seperti halnya Wisata Akar Seribu yang selama ini memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian masyarakat didesa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

Menurut Ibu Priyatin selaku pengelola Wisata Akar Seribu, tempat wisata tersebut telah ditutup sekitar setahun sejak diumumkannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia, tepatnya pada Maret 2020, lalu. Kondisi ini, semakin diperparah dengan instruksi dari Pemerintah akan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSB, hingga memaksa pegelola Wisata Akar Seribu, enggan membuka kembali tempat wisata demi menekan jumlah pasien terdampak COVID-19.

“Dengan adanya pandemi ini kita bahkan lumpuh total”, kata Bu Priyatin.

Menurutnya, dampak dari Pandemi COVID-19 memiliki pengaruh cukup besar bagi wisata Akar Seribu, mulai dari kurangnya pendapatan serta menurunya jumlah pengunjung. Dimana, sebelum adanya pandemi COVID-19, pengunjung berdatangan setiap harinya. Tidak hanya dari Jepara, tetapi juga berasal dari Pati, Bogor, bahkan Sigapura.

Dari situ, pendapatan yang diperoleh selama 1 tahun sebelum pandemi COVID-19, mencapai mencapai angka ratusan juta. Hal ini, tentu berpegaruh pada menurunnya eksistensi wisata tersebut. Akibatnya, sarana dan prasarana yang ada mulai terbengkalai karena terbatasnya biaya operasional yang didapatkan.

Diakhir wawancara, Bu Prihatin, juga mengatakan, bahwa kedepannya wisata tersebut akan sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Plajan. Namun, apabila hal ini belum juga diindahkan, maka pengelola akan mencari investor yang mau membantu membangkitkan kembali wisata tersebut.

Baca juga:  Taman Kota Berpotensi Jadi Ajang Pesta Miras

“ Ya, kondisi Wisata Akar Seribu sangat memprihatinkan.” tutur Wulan, salah satu Mahasiswi KKN MIT XI DR UIN Walisongo Semarang dari kelompok 6, saat berkunjung Minggu (17/01) lalu.

Disamping itu, banyak infrastruktur yang terbengkalai. Misalnya, wahana mobil-mobilan sebagai wahana bermain anak-anak yang tidak terurus dengan baik.

Bahkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pengelola wisata Akar Seribu, untuk membangkitkan kembali tempat wisata tersebut. Mulai dari melakukan pendekatan dengan Pemerintah Desa Plajan, hingga mengajukan bantuan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara. Namun usaha tersebut, belum juga membuahkan hasil. Hal ini, karena lahan wiisata Akar Seribu yang dimiliki oleh perseorangan.(*/)

Pengirim dan Penulis : Farika Rizki Yuliani
Mahasiswi Kelompok 6 KKN MIT XI DR UIN Walisongo Semarang

Bagi anda yang ingin berpartisipasi di kolom pembaca jybmedia.com atau jyb netizen, Anda bisa mengirimkan melalui WA di 081335017333 atau di email : redaksi.jybmedia@gmail.com

Farika Rizki Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here